• Latest
  • Trending

Jejak Rabi Radikal di Balik Gelombang Kekerasan di Jalur Gaza

Pelita Air Tambah Rute Baru Balikpapan-Yogyakarta, ini Jadwalnya

Pelita Air Selipkan Tiket MotoGP Gratis di Kursi Penumpang

Laba Bersih Siloam Hospitals Rp150 Miliar Selama Covid

Grup Lippo Mau Akuisisi 14 RS Senilai Rp8,9 T

Daftar Negara yang Menjadi Surga Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp 1,53 Miliar, Cetak Harga Tertinggi Sejak Januari

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN, Dikontrak 2 Tahun

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO Tiongkok

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO Tiongkok

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Melorot Tipis, Simak Daftar Lengkapnya Hari Ini

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS Makin Perkasa, Pagi Ini Nyaris Sentuh Rp 17.900

Diteriaki Menteri Pembohong, Mentan Curhat ke Jokowi

Amran: Pegawai Pertanian yang Ditembak di Papua, Anaknya Dapat Beasiswa dan Diterima Kerja di Bulog

SAR Masih Cari 140 Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang di Laut Jawa

Update KM Virgo: 34 Penyelam Diterjunkan Cari 120 Korban yang Masih Hilang

Menkeu Purbaya Siapkan Bersih-Bersih Bea Cukai, Pejabat Pelabuhan Diganti Total

Hoaks Purbaya Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

BPKH Kelola Dana Haji Rp 184 Triliun, 70% di Sukuk Negara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jejak Rabi Radikal di Balik Gelombang Kekerasan di Jalur Gaza

by Zamzami Ali
Mei 15, 2021
in FIGUR, NEWS

ASPEK.ID, JAKARTA – Pandangan politik dari seorang Meir Kahane dianggap sedemikian hina, Israel dan Amerika Serikat melarang Partai Kach bentukannya pada tahun 1988.

Dilansir dari Wikipedia, pria dengan nama lengkap Meir David HaKohen Kahane ini adalah seorang rabi Ortodoks tahbisan, penulis dan politikus ultra-nasionalis Amerika-Israel yang menjabat dalam satu masa jabatan di Knesset Israel.

Dia lahir pada 1 Agustus 1932 dan meninggal 5 November 1990 pada umur 58 tahun. Karyanya mempengaruhi sebagain besar kelompok politik sayap kanan jauh dan militan Yahudi modern

BacaJuga

Pelita Air Selipkan Tiket MotoGP Gratis di Kursi Penumpang

Grup Lippo Mau Akuisisi 14 RS Senilai Rp8,9 T

Bitcoin Tembus Rp 1,53 Miliar, Cetak Harga Tertinggi Sejak Januari

Manajer Kopdes Merah Putih Jadi Pegawai BUMN, Dikontrak 2 Tahun

Pertamina Perluas Akses Pasar Global 7 UMK di CAEXPO Tiongkok

Harga Emas Antam Melorot Tipis, Simak Daftar Lengkapnya Hari Ini

Visi gerakan yang kelak dinamakan Kahanis itu meyakni tindak kekerasan dan balas dendam sebagai perintah agama, bahwa Yudaisme baru sempurna jika Israel mengusir sepenuhnya bangsa Palestina dari tanah yang dijanjikan.

Ideologinya penuh amarah, tulis editor harian Israel, Haaretz, dalam tajuknya. “Dan selama separuh abad, pemikirannya menemukan semakin banyak pengikut.”

Usai dilarang, Meir Kahane harus melepas jabatannya di parlemen. Dua tahun berselang, dia dibunuh oleh seorang warga AS keturunan Mesir.

Hari-hari ini beratus pengikut Kahane memenuhi jalan-jalan kota di Israel sembari berteriak “matilah Arab!,” dan memburu setiap orang Palestina yang berpapasan.

Sejak kerusuhan meletus, kaum Kahanis dilaporkan membakar kendaraan, atau merusak aset milik warga Arab, yang dibalas dengan tindakan serupa.

Tindak kekerasan yang dilancarkan kaum ultrakonservatif mengejutkan warga Israel. Tapi bagi penduduk Palestina, gerakan Kahanis adalah produk alami dari sistem yang diskriminatif, yang dinormalisasi oleh pejabat yang memiliki pandangan serupa.

Pengikut Kahane yang tergabung dalam faksi Zionisme Agama merebut enam kursi di Knesset dalam pemilu Maret silam. Aliansi ekstremis itu bahkan sempat diajak berunding dengan Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ratusan pengunjuk rasa berkumpul dan melakukan protes untuk menentang serangan Israel terhadap warga Palestina, pada aksi di depan Konsulat Jenderal Israel di Chicago, AS 12 Mei 2021. [Foto: AP]

Kahanisme di Arus Utama 

Saat ini Ketua Umum Partai Otzama Yehudit, Itamar Ben-Gvir, adalah tokoh Kahanis paling populer. Menyusul pemilu yang bertubi-tubi, dia belakangan semakin rajin tampil dalam wawancara televisi.

Gayanya yang ringan dan santai  berhasil menarik perhatian publik, seperti yang dilaporkan oleh lembaga periset, Ifat.

Menurut studi yang digelar baru-baru ini, Ben-Gvir adalah politisi nomer tiga yang paling sering tampil di televisi dan radio, setelah Netanyahu dan Naftali Benett, tokoh sayap kanan lain.

“Dia orator yang baik dan tahu bagaimana memainkan permainan ini,” kata Shuki Firedman, peneliti kelompok ultrakonservatif di Institut Demokrasi Israel. “Di satu sisi, dia bisa menyapa pendukungnya, di sisi lain dia tahu batasan untuk tidak memancing amarah mayoritas warga Israel.”

Pendukung Ben Gvir kebanyakan terdiri dari kaum agamis atau Yahudi ultra-Ortodoks yang cendrung hidup dalam keluarga besar.

Netanyahu berharap bisa mendulang dukungan kelompok ini dengan membentuk blok kanan jauh di parlemen dengan Ben-Gevir dan Bezalel Smotrich, tokoh ultranasionalis lain.

Dan Meridor, bekas menteri kehakiman dan tokoh senior Likud yang membantu menyusun legislasi untuk melarang Partai Kach dan mengusir Kahane dari jabatannya sebagai anggota legislatif pada 1988, meyakini Netanyahu telah membuat kesalahan fatal saat bersanding dengan Ben-Gvir.

“Anda bisa melihat perubahan dramatis dan sangat merusak yang dialami Partai Likud ketika mereka melegitimasi pengikut Kahanis,” kata dia. “Hal ini mengubah partai secara tragis menurut saya.”

Warga Arab Israel sebaliknya melihat Ben-Gvir sebagai politisi lain di Israel yang memperlakukan mereka sebagai warga negara kelas dua. Hal ini ikut menjelaskan amarah yang membakar kota-kota di Israel sejak beberapa hari terakhir.

Diana Buttu, seorang advokat dan warga Palestina di Israel, mengatakan mudah bagi masyarakat untuk menganggap kaum Kahanis sebagai kelompok marjinal.

“Tapi jika Anda mundur dan melihat negara ini dari kacamata Palestina, Anda melihat bahwa di setiap level politik, di setiap partai politik, ada rasisme anti-Arab.”

***

Laporan ini disadur dari berita eksklusif Associated Press oleh Josef Federman, Joseph Kraus dan Ben Zion via DW

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Pertimbangannya

Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Pertimbangannya

ASPEK.ID, JAKARTA - Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian Gaza, sebuah forum internasional yang...

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Kasus Depresi Tentara Israel Naik 40%, Banyak yang Coba Bunuh Diri

Israel sedang bergulat dengan lonjakan tinggi kasus gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan bunuh diri di kalangan pasukan militernya, dua tahun...

Israel Hancurkan Kantor Berita AP & Al Jazeera

5 Alasan Negara Arab Tidak Peduli Gaza Dibombardir Israel

Sudah satu tahun penuh Israel membombardir Gaza atau sejak 7 Oktober 2023. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan jumlah korban tewas hingga...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In