Jakarta – Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan gelar adat saat melakukan kunjungan ke daerah usai tak lagi menjadi kepala negara. Terakhir, Jokowi diberi gelar Saudara Raja Raja Timor dalam acara karnaval budaya yang digelar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (1/8/2026).
Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menilai penghormatan masyarakat adat di berbagai daerah kepada Jokowi merupakan cerminan bahwa rekam jejak kepemimpinan seorang pemimpin akan terus hidup. Bahkan setelah masa jabatannya berakhir. Hal itu juga membuktikan hasil kerja Jokowi masih dirasakan masyarakat.
“Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari hari,” kata dia melalui keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Diketahui, Jokowi disematkan sebagai Saudara Raja Raja Timor oleh para raja dari sejumlah kerajaan di Pulau Timor, di antaranya Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi. Para tokoh adat menyatakan penghormatan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pembangunan yang mereka rasakan selama kepemimpinan Jokowi, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
Sebelumnya, Kedatun Keagungan Lampung menganugerahkan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi. Tokoh adat Lampung menyebut gelar tersebut merupakan penghormatan tertinggi yang diberikan atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia.
Menurut Ahmad Ali, kedua peristiwa itu memiliki pola yang sama. Penghormatan kepada Jokowi itu dinilai tidak lahir karena statusnya sebagai mantan presiden, melainkan karena masyarakat masih merasakan manfaat pembangunan yang telah dikerjakan selama satu dekade pemerintahannya.
Ia mencontohkan, NTT menjadi salah satu daerah yang mengalami transformasi signifikan selama pemerintahan Jokowi. “Itulah mengapa kedatangannya hari ini bukan sekadar kunjungan seorang mantan Presiden, tetapi kunjungan seorang pemimpin yang pernah meninggalkan jejak pembangunan yang masih dirasakan masyarakat,” kata dia.
















