ASPEK.ID, JAKARTA – Jumlah korban jiwa yang berjatuhan akibat virus corona di China, hingga saat ini terus bertambah. Tercatat, sudah 213 orang hingga Jum’at (31/1) pagi.
Jumlah orang yang terpapar virus corona jenis baru yang diberi nama 2019-nCoV itu dalam 24 jam terakhir juga bertambah menjadi 9.066 orang dan yang terduga sebanyak 12.167 orang.
Selain itu terdapat pula 162 orang yang dinyatakan sembuh sehingga sudah bisa meninggalkan rumah sakit, demikian sebut otoritas kesehatan setempat seperti dilansir dari laman Antara..
Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang kasus terbanyak wabah tersebut, yakni 5.806 orang dinyatakan positif, 204 orang tewas, dan 116 orang dinyatakan sembuh.
Kota Wuhan, ibukota Provinsi Hubei sebagai episentrum virus tersebut juga masih mencatat angka kematian tertinggi dibandingkan dengan daerah-daerah lain di provinsi itu, yakni sebanyak 159 orang.
Di kota ini sendiri terdapat 2.639 kasus positif dan 75 orang sudah diizinkan meninggalkan rumah sakit oleh petugas.
Dikutip dari South China Morning Post via CNN, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei melaporkan 42 kematian baru di mana 30 di antaranya ada di Wuhan.
Sebanyak 1.220 kasus baru dikonfirmasi ada di 17 kota. Dengan demikian total yang terjangkit virus itu mencapai 9.356 orang.
Jumlah korban virus Corona ini melampaui wabah SARS pada 2002 sampai 2003 lalu. Saat itu jumlah penduduk di seluruh dunia yang terjangkit virus itu sebanyak 8.098 orang dan yang meninggal mencapai 774 orang.
Jumlah korban akibat virus Corona hingga saat ini semakin meningkat meski sejumlah langkah penanganan dan pencegahan telah dilakukan.
China telah mengisolasi Provinsi Hubei, khususnya wilayah Wuhan yang diduga merupakan tempat asal virus corona. Diyakini, virus itu berasal dari binatang yang dijual di pasar setempat.





















