ASPEK.ID, JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat menjaga marwah institusi. Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pelaksanaan tes urine secara serentak terhadap seluruh personel di Indonesia. Langkah ini diambil menyusul masih ditemukannya anggota Polri yang terlibat dalam kasus narkoba.
“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang akan kami laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Polri secara serentak,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (20/2).
Ia menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk keseriusan Kapolri dalam memastikan pemberantasan narkoba di internal Polri berjalan optimal. Langkah tersebut juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional.
Pelaksanaan tes urine akan melibatkan fungsi pengawasan berlapis, baik internal maupun eksternal kepolisian, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga polda dan satuan kewilayahan.
“Pemeriksaan urine tersebut akan melibatkan fungsi pengawas, baik internal maupun eksternal kepolisian, dari level Mabes Polri sampai polda dan jajaran untuk menjaga Integritas,” ujarnya.
Polri, kata dia, tidak akan berhenti memerangi narkoba yang dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa dan ancaman serius bagi masa depan bangsa.
“Polri tidak akan berhenti memerangi narkoba sebagai salah satu kejahatan luar biasa yang dapat merusak masa depan bangsa Indonesia,” tegas Trunoyudo.
Tes urine serentak ini menjadi bagian dari langkah pengawasan dan pencegahan internal Polri. Selain memastikan personel bersih dari penyalahgunaan narkotika, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. []























