ASPEK.ID, JAKARTA – Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan desa wisata telah menjadi tren pariwisata dunia, yang menawarkan pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan santai dan sehat.
Untuk mewujudkan desa wisata, Kemenparekraf menggandeng Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) membahas kemitraan melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Sandiaga meminta Asprindo untuk mengkaji beberapa program yang tepat lainnya untuk dikolaborasikan secara strategis dengan Kemenparekraf.
Sehingga kolaborasi tersebut dapat menjadi lokomotif pemulihan kebangkitan perekonomian Indonesia melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita perlu kolaborasi, pilih satu atau dua maksimum kolaborasi antara kita Asprindo dan Kemenparekraf. Dalam empat pekan ke depan dapat dilanjutkan dengan MoU dengan Kemenparekraf. Jadi konkrit untuk berkolaborasi membangun sektor parekraf ini,” ujar Sandi. dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/1/2021).
Sandiaga mengungkapkan bahwa Kemenparekraf sangat fokus dengan desa wisata. Sesuai RPJMN 2020–2024, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024.
Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di Lima Destinasi Super Prioritas dan akan diperluas. Selain menggandeng Asprindo, Kemenparekraf juga berkolaborasi berkolaborasi bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KemendesPDTT).
Baca juga Potensi Desa Wisata Indonesia Luar Biasa
Desa wisata atau rural tourism, dikatakan Sandiaga, telah menjadi tren pariwisata dunia. Pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan yang santai dan sehat, menarik semakin banyak wisatawan.
Di Eropa, 15 persen dari total kapasitas amenitas berada di desa-desa wisata yang berkelanjutan berupa homestay.
Di Inggris, desa wisata menyumbang 12 persen lapangan kerja. Indonesia dengan jumlah desa yang mencapai lebih dari 74 ribu, ditambah dengan kekayaan budaya serta ekonomi kreatif, tentu memiliki peluang besar dalam menghadirkan desa wisata.




















