• Latest
  • Trending
Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Kereta Cepat Bicara Dituding Penyebab WIKA Rugi

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Resmi Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Eks Bupati Pati Sudewo Dituntut Penjara 8,5 Tahun

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Dana Haji Rp 184 Triliun Disimpan di Mana? Ini Penjelasan Lengkap BPKH

Sore Ini, PT Angkasa Pura II Gelar RUPS RKAP

Putra Karni Ilyas Jadi Komisaris Independen Angkasa Pura

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Kader PSI: Politik Jokowi Bukan Oligarki

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Baleg DPR Sepakat Bawa RUU Reforma Agraria ke Paripurna

Laba Bersih Siloam Hospitals Rp150 Miliar Selama Covid

Siloam Bakal Akuisisi 14 RS, Nilainya Tembus Rp6,91 Triliun

Rumah Mewah Silmy Karim Digeledah KPK, Puluhan Brimob Turun Mengawal

Silmy Karim Gugat KPK ke PN Jaksel, Persoalkan Penetapan Tersangka

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kereta Cepat Bicara Dituding Penyebab WIKA Rugi

by Aspek
Juli 14, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN, NEWS
Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Foto: Antara

Jakarta –  PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) buka suara usai manajemen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menyebut bahwa Kereta Cepat Jakarta – Bandung Whoosh sebagai penyebab membengkaknya rugi perseroan pada 2023. 

Berdasarkan penuturan manajemen WIKA, perseroan masih memiliki klaim Rp5 triliun ataspembengkakan biaya atau cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Whoosh. Saat ini, klaim tersebut sedang dibicarakan dengan KCIC

BacaJuga

Ketua Periklindo Curhat di DPR: Mobil & Motor Listrik Dilarang Naik Kapal Laut

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

IHSG Loyo di Akhir Perdagangan, 354 Saham Ditutup Melemah

OJK Resmi Terbitkan Aturan Demutualisasi BEI

Eks Bupati Pati Sudewo Dituntut Penjara 8,5 Tahun

Dana Haji Rp 184 Triliun Disimpan di Mana? Ini Penjelasan Lengkap BPKH

Menanggapi hal itu, GM Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi. 

“Agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan atau good corporate governance,” ujar Eva Jumat (12/7/2024) dikutip dari bisnis.com

Sebagai konteks, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024), Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyebut, Whoosh menjadi penyebab di balik membengkaknya kerugian perseroan. 

Hal itu mulai dari nilai penyertaan modal dan adanya klaim yang belum terbayarkan sehingga beban yang ditanggung perseroan disebut-sebut mencapai Rp12 triliun. 

 “Memang paling besar karena dalam penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung, yang memang dari penyertaannya saja sudah Rp6,1 triliun, kemudian yang masih dispute atau belum dibayar sekitar Rp5,5 triliun sehingga hampir Rp12 triliun,” tutur Agung. 

KCIC merupakan perusahaan patungan yang didirikan oleh konsorsium Indonesia, yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dengan kepemilikan 60% saham, sementara konsorsium China menggenggam sisanya.  

Kepemilikan PSBI terdiri atas perusahan-perusahaan pelat merah, yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), Wijaya Karya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII. Adapun, WIKA tercatat memiliki 38% saham PSBI. Sementara itu, WIKA tercatat membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp7,12 triliun pada 2023. Jumlah tersebut meningkat dari posisi 2022 yang mencapai Rp59,59 miliar. Sedangkan beban lain-lain, meningkat 310,16% menjadi Rp5,4 triliun.

Komentar
Share28Tweet17SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

CEO Danantara Pastikan Pengambilalihan KCIC ke Kemenkeu Tetap Berjalan

    ASPEK.ID, JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani memastikan proses pengambilalihan pengelolaan PT Kereta Cepat...

China Kirim 11 Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung

Warga Negara ini paling Suka Naik Whoosh

  ASPEK.ID, JAKARTA- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat 2.300 tiket Whoosh dibeli wisatawan Malaysia pada awal September 2026,...

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh akan berada di...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In