ASPEK.ID, MEKSIKO – Kerusuhan di Meksiko, tepatnya di Jalisco yang dipicu serangan dari kelompok Nemesio Oseguera Cervantes atau El Mencho membawa dampak pada penjara regional di daerah Ixtapa, Puerto Vallarta, Jalisco. Sebanyak 23 narapidana melarikan diri.
“Setelah melakukan penghitungan, sebanyak 23 narapidana telah melarikan diri,” kata Menteri Keamanan Publik Jalisco, Juan Pablo Hernandez dalam rekaman yang disiarkan oleh media Jalisco Noticias dikutip dari Antara, Rabu (25/2).
Juan Pablo Hernandez menyebut, kelompok bersenjata itu melepaskan menabrak gerbang dengan kendaraan, dan menerobos masuk ke dalam lembaga tersebut. Bahkan, mereka sempat melakukan tembakan ke fasilitas penjara.
Meski demikian, aksi tersebut berhasil memukul mundur serangan tersebut oleh petugas pelayanan penjara tersebut.
“Salah satu petugas lembaga kemasyarakatan yang menghadapi para penyerang tewas,” jelasnya.
Bahkan, pasukan tambahan dikerahkan untuk meredam kerusuhan yang terjadi.
Tindakan pemburuan terhadap para narapidana yang diketahui melarikan diri sebanyak 23 orang terus dilakukan.
Sebagai informasi, serangan dan kerusuhan penjara di Jalisco terjadi di tengah gelombang kekerasan yang meluas menyusul operasi pasukan keamanan Meksiko untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai El Mencho, pemimpin kartel Generasi Baru Jalisco.
El Mencho tewas dalam aksi bentrokan antara aparat keamanan dengan pendukungnya tersebut.
Kematian El Mencho membuat militan kartel mengorganisir puluhan blokade di jalan raya federal, membakar kendaraan, serta menyerang sejumlah infrastruktur di beberapa negara bagian. []
























