ASPEK, ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kinerja pada kuartal ketiga menjadi faktor krusial untuk memulihkan kinerja ekonomi akibat dampak dari pandemi Covid 19.
Bahkan, ia menegaskan ekonomi Indonesia akan ‘jatuh’ lebih dalam bila tidak ada perbaikan kinerja ekonomi di kuartal ketiga.
Jokowi sendiri memproyeksi ekonomi Indonesia bisa merosot minus 4,3 persen hingga minus 5 persen.
“Kalau enggak, enggak ngerti lagi saya, akan tetap lebih sulit kita,” kata Jokowi dalam acara “Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020).
Presiden menyampaikan peringatan tersebut menyusul laporan sejumlah lembaga ekonomi baik domesktik maupun dunia yang memprediksi ekonomi global akan berada dalam kondisi yang cukup menantang karena terdampak pandemi Covid 19.
Hal ini ditandai dengan prediksi pertumbuhan ekonomi yang dirilis sejumlah lembaga dunia. Jokowi menyebut, Dana Moneter Internasional (IMF) awalnya memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi global minus 2,5 persen kemudian situasi bakal bertambah buruk dengan asumsi pertumbuhan ekonomi dunia berada pada level minus 5 persen.
Disisi lain, malah Presiden Jokowi mendapat laporan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) bahwa proyeksi ekonomi dunia akan minus 6 sampai minus 7,6 persen.
“Bayangkan (ekonomi) isinya minus, minus, minus, minus dan minusnya adalah dalam posisi yang gede-gede seperti ini,” ucap dia.























