ASPEK.ID – Maskapai penerbangan asal Belanda, KLM mengumumkan bahwa perusahaan akan memangkas 2.000 karyawan untuk memerangi dampak wabah virus Corona atau Covid-19.
Maskapai KLM yang berdiri sejak 7 Oktober 1919 itu tercatat memiliki hampir 33 ribu karyawan. Kepala Eksekutif Pieter Elbers mengatakan KLM juga akan meminta personel untuk bekerja dengan jam kerja lebih pendek.
Hinga Senin ((16/3), jumlah korban yang telah teridentifikasi positif tertular virus Corona di Belanda adalah 1.135 orang dan 20 diantaranya meninggal dunia.
“Dalam beberapa bulan mendatang kami akan mengurangi 1.500 hingga 2.000 pekerjaan,” kata Elbers dalam pesan video yang diposting di situs web KLM dikutip dari AFP via CNN.
KLM meramalkan bahwa jumlah penerbangan akan turun 20 persen pada Maret dan 30 persen pada April karena penghentian sementara penerbangan ke China dan Italia sebagai akibat dari virus Corona.
Air-France yang bergabung dengan KLM memperingatkan bahwa wabah virus corona akan memukul bisnis maskapai dalam beberapa bulan mendatang. Pada Februari, maskapai ini telah kehilangan 0,5 persen penumpang.
Maskapai pun memperkirakan akan kehilangan sekitar 150 juta euro hingga 200 juta euro hingga April 2020 mendatang.
KLM (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij) secara harafiah berarti Perusahaan Dirgantara Kerajaan, berkantor pusat di Amstelveen, dengan operasinya berpusat di Bandara Amsterdam Schipol. Pada Mei 2004, KLM bergabung dengan Air France, untuk membentuk Air France-KLM. Namun, kedua maskapai penerbangan ini akan tetap terbang dengan merek mereka masing-masing.
KLM juga merupakan anggota dari aliansi maskapai SkyTeam. KLM didirikan pada tahun 1919, sehingga KLM adalah maskapai penerbangan tertua yang masih beroperasi hingga saat ini dengan nama yang sama.
KLM mempunyai beberapa anak perusahaan, yakni KLM Cityhopper, KLM Cargo, KLM Flight Academy, KLM Engineering and Maintenance, Martinair, dan Transavia.com. KLM juga memegang 80% saham di Transavia Airlines, 50% di Martinair, dan 26% di Kenya Airways.
KLM UK adalah anak perusahaan KLM lainnya, tetapi akhirnya digabung dengan KLM Cityhopper. KLM tercatat di bursa saham Amsterdam, New York dan Paris. KLM mengoperasikan penerbangan penumpang dan kargo terjadwal ke hampir 130 destinasi.
KLM telah lama mendapat reputasi sebagai salah satu maskapai penerbangan teraman di dunia. Program penumpang setia KLM diberi nama Flying Blue. KLM telah menjalin kerja sama dengan berbagai maskapai, baik dengan anggota SkyTeam yang lain ataupun bukan.















