ASPEK.ID, MAKASSAR – Basarnas Makassar merevisi jumlah penumpang Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jika sebelumnya dilaporkan mengangkut 50 orang, hasil pendataan terbaru menunjukkan kapal tersebut membawa total 74 penumpang dan awak.
Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan perubahan data itu diperoleh setelah tim melakukan verifikasi di lapangan.
“Laporan awal kepada kami ada 50 orang. Namun setelah dikonfirmasi ternyata ada 74 orang penumpang,” kata Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, Kamis (16/7).
Arif menjelaskan KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Saat berada di tengah pelayaran, kapal mengalami gangguan mesin hingga akhirnya tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.
“Kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan pada posisi perairan barat Pulau Polassi,” ujarnya.
Proses evakuasi terhadap para penumpang dilakukan oleh unsur SAR gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan para korban pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA.
“Sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi. Sementara ada 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi menuju Pulau Polassi,” katanya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 55 orang berhasil selamat. Sementara itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
“Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan dengan total penumpang dan awak kapal sebanyak 74 orang,” ujarnya.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan masih mengintensifkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Operasi pencarian dilakukan sesuai prosedur dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang tersedia.
“Tapi data korban ini masih belum valid, karena pihak tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam kM Nurul Salsa tersebut,” katanya. []
















