ASPEK.ID, SINGAPURA – Dua atau tiga penumpang yang berada dalam penerbangan Singapore Airlines SQ321 yang dilanda turbulensi meninggalkan Thailand dengan ambulans udara, sementara yang lain didampingi perawat dan dokter dalam penerbangan komersial.
“Sekitar 10 orang masih dirawat di Rumah Sakit Samitivej Srinakarin di Thailand lebih dari dua minggu setelah kejadian tersebut, namun sebagian besar sudah sehat untuk terbang dan kemungkinan akan dipulangkan dalam beberapa minggu mendatang,” kata wakil direktur rumah sakit, Dr Saran Intakul, seperti dilansir dari Channel News Asia.
Dr Saran mengatakan penumpang yang membutuhkan ambulans udara memerlukan perawatan atau rehabilitasi lebih lanjut atas cedera yang diderita dalam penerbangan.
“Mereka tidak bisa menggerakkan badannya seperti biasanya, sehingga perlu ada pengawalan untuk membantunya pulang,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah pasien-pasien ini mengalami kelumpuhan, Dr Saran mengatakan “semacam itu”, namun tidak menjelaskan lebih lanjut.
SQ321 sedang dalam perjalanan dari London ke Singapura, dan sedang melintasi Cekungan Irrawaddy di Myanmar ketika perubahan G-force yang “cepat” mendatangkan malapetaka di kabin. Penumpang dan awak pesawat terlempar ke langit-langit pesawat sebelum terjatuh kembali.
Seorang penumpang asal Inggris, Mr Geoff Kitchen, 73, meninggal di dalam pesawat , kemungkinan besar karena serangan jantung, sementara yang lain menderita cedera otak dan sumsum tulang belakang.
















