• Latest
  • Trending
Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Panggil 4 Bos Agen Travel Usut Kasus Kuota Haji yang Jerat Yaqut

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal Guncang Talaud Sulut

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Berbalik Naik Hari Ini

Aktivitas Gunung Soputan Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

Aktivitas Gunung Soputan Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

TNI AL Buka Suara soal Kapal Perang AS di Selat Malaka

Swiss Tawarkan Jenewa Jadi Lokasi Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Suntik Rp5 Triliun untuk Proyek Hilirisasi Ayam

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Telepon PM Belanda, Bahas Perdagangan hingga Situasi Teluk Hormuz

Kejagung Jerat Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ini Sosok dan Perannya

Kejagung Jerat Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Ini Sosok dan Perannya

KMP Aceh Hebat 2 Terbakar, Belasan Orang Dilarikan ke RSUDZA

ASDP Ungkap Kronologi Kebakaran KMP Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum 30 Tahun Penjara

Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dihukum 30 Tahun Penjara

Wakil Bupati Indramayu Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan DPRD

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

Rumah Silmy Karim Digeledah, KPK Temukan Dolar AS-Euro dan Moge

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

KPK Panggil 4 Bos Agen Travel Usut Kasus Kuota Haji yang Jerat Yaqut

by Muhammad Fadhil
Januari 20, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Gedung KPK. [Foto: Dok. KPK]

ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi pembagian kuota haji tambahan 2023–2024 yang menyeret Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka. Pada Selasa (20/1), penyidik menjadwalkan pemeriksaan empat pimpinan perusahaan travel haji dan umrah sebagai saksi.

“Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan TPK terkait kuota haji untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2023-2024. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (20/1).

Empat saksi tersebut berasal dari jajaran pimpinan perusahaan travel haji dan umrah, yakni Risky Arison Nazir selaku Direktur PT Menan Ekspressindo, Teddy Cahyadi selaku Direktur PT Surya Sekawan Nusa Tours, Sofwan Son Haji selaku Komisaris PT Al-Ansor Mubarokah Wisata, serta Juli Fauza selaku Direktur PT Fazary Wisata.

BacaJuga

Gempa Dangkal Guncang Talaud Sulut

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Berbalik Naik Hari Ini

Aktivitas Gunung Soputan Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

Swiss Tawarkan Jenewa Jadi Lokasi Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran

Danantara Suntik Rp5 Triliun untuk Proyek Hilirisasi Ayam

2 Pria Pembawa Molotov Diamankan saat Demo Mahasiswa di Jakarta

Advertisement. Scroll to continue reading.

KPK belum membeberkan secara rinci materi pemeriksaan terhadap keempat petinggi travel tersebut.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Yaqut Cholil Qoumas bersama staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka pada Kamis (8/1/2026). Keduanya dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan kerugian keuangan negara.

Selain Yaqut dan Gus Alex, bos Maktour Fuad Hasan Masyhur juga telah dicegah ke luar negeri. Namun, hingga kini Fuad belum ditetapkan sebagai tersangka lantaran alat bukti dinilai belum mencukupi.

KPK sebelumnya telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di sejumlah lokasi. Pemeriksaan saksi pun digelar di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga wilayah lainnya. Tak hanya pejabat Kementerian Agama, penyidik juga memeriksa ratusan pemilik dan pengelola travel haji dan umrah atau Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Dugaan korupsi berpusat pada pembagian kuota haji tambahan yang dinilai menyimpang dari ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Dalam aturan tersebut, pembagian kuota ditetapkan 92 persen untuk haji reguler dan 8 persen untuk haji khusus.

Namun, pada kuota tambahan haji 2024 sebanyak 20.000 jemaah, pembagiannya justru dilakukan secara berimbang, yakni 50 persen untuk haji reguler dan 50 persen untuk haji khusus. Kebijakan itu dilegalkan melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 130 Tahun 2024 yang diteken Yaqut Cholil Qoumas.

KPK menduga kuat adanya persengkongkolan antara pejabat Kementerian Agama dan pihak travel haji dalam pengaturan pembagian kuota tersebut. Penyidik juga menelusuri dugaan aliran dana di balik penerbitan SK Nomor 130 Tahun 2024.

Tak hanya itu, KPK mendalami indikasi keuntungan besar yang dinikmati agen travel akibat pengalihan sekitar 42 persen atau 8.400 kuota haji reguler menjadi kuota haji khusus. []

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Usut Kasus Korupsi Maidi, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Madiun

Usut Kasus Korupsi Maidi, KPK Geledah Kantor Dinas PUPR Madiun

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dalam...

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Telusuri Peran Kesthuri dalam Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyelidikan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2024. Kali ini,...

Dakwaan Rp6,5 Miliar, Noel Klaim Jadi Korban Framing KPK

Dakwaan Rp6,5 Miliar, Noel Klaim Jadi Korban Framing KPK

ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel, melontarkan kritik keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Erick Thohir Shalat di Kamar Soekarno

Erick Thohir: Jaga Islam Jaga Indonesia

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal Guncang Talaud Sulut

Usai Melemah Sepekan, Harga Emas Antam Berbalik Naik Hari Ini

Aktivitas Gunung Soputan Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

Aktivitas Gunung Soputan Meningkat, Warga Diminta Jauhi Radius 1,5 Km

TNI AL Buka Suara soal Kapal Perang AS di Selat Malaka

Swiss Tawarkan Jenewa Jadi Lokasi Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In