• Latest
  • Trending
Cara Efektif Cegah Covid-19: Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina & Isolasi

LIPI: Varian Delta Mendominasi Pandemi

Butik Emas Logam Mulia Surabaya 1 Pindah Alamat

Purbaya Ungkap Penyebab Penyelundupan Emas Makin Ramai

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Bank Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran KUR Rp169 Triliun

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

5 Agenda RUPSLB BRI, Kamis 21 Januari

BRI Salurkan KUR Rp103 T ke 2 Juta Debitur

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

Rosan Ungkap 10 Perusahaan RI Siap Garap Motor Listrik Nasional

Garuda Maskapai Penerbangan Dengan Prokes Terbaik Dunia

Direktur Niaga Garuda Dicopot, Komisaris Siapkan Pelaksana Tugas

Persis Solo Datangkan Mantan Striker Timnas Indonesia

Persis Solo Datangkan Mantan Striker Timnas Indonesia

Jokowi Kirim Calon Tunggal Kapolri ke DPR

Prabowo Puji Dua Jenderal karena Prestasi dan Pengabdian

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

LIPI: Varian Delta Mendominasi Pandemi

by Zamzami Ali
Juli 31, 2021
in BERITA UTAMA, NEWS
Cara Efektif Cegah Covid-19: Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina & Isolasi

Pemakaman korban Covid-19 di Lhokseumawe, Aceh, Selasa (18/5/2021). [Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

ASPEK.ID, JAKARTA – Laju penyebaran COVID-19 di tanah air dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kenaikan signifikan, kendati angka kesembuhan juga makin tinggi.

Ketua Tim Pengurutan Genom Menyeluruh (Whole Genom Sequencing/WGS) SARS COV-2 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan, lonjakan kasus Covid 19 di Indonesia kemungkinan besar disebabkan oleh varian Delta yang diketahui pertama kali ditemukan di India.

Varian Delta juga menyebar pesat di 100 negara dunia dan menjadi varian dominan saat ini. Inggris pada pekan terakhir Juni mencatat hampir 40 ribu kasus varian Delta dan Amerika Serikat dengan kenaikan kasus mencapai 70 persen.

BacaJuga

Bank Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran KUR Rp169 Triliun

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

Peneliti dari Pusat Penelitian Biologi LIPI ini dalam keterangan persnya, Sabtu (17/7/2021), menyatakan jika dilihat dari data genom SARS COV-2 yang berhasil diurutkan (sequencing) dan diidentifikasi selama tiga minggu terakhir, lebih dari 95 persen merupakan varian Delta.

Sisanya adalah varian Alfa serta varian lokal Indonesia. Ini merupakan hasil sajian data dari lembaga kesehatan nirlaba asal Jerman, GISAID.

“Dari penelitian yang kami lakukan di laboratorium Bio Safety Level (BSL) 3 LIPI, dengan melakukan pengambilan sampel selama 8 hari terhitung dari 10-18 juni 2021, ditemukan hampir 100 persen adalah varian Delta,” kata doktor bidang kedokteran hewan dari Adelaide University ini.

Menurutnya faktor utama yang menyebabkan varian delta begitu berbahaya dan penyebarannya sangat masif adalah karena karakteristiknya. Varian bernama ilmiah B.1.617.2 ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dibanding varian lain.

“Material genetik yang ditemukan di varian Delta punya karakter yang bisa menurunkan efektivitas dari vaksinasi dan terapi obat yang saat ini dilakukan,” kata Sugiyono.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Inggris, katanya, varian Delta ini sangat berkorelasi dengan peningkatan jumlah pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit.

“Artinya, varian ini punya efek terhadap keparahan kondisi pasien Covid-19,” jelasnya.

Varian Delta bukan satu-satunya jenis virus corona yang melanda Indonesia saat ini. Karena dari hasil riset tim WSG SARS COV-2 LIPI, ditemukan pula varian baru lokal yaitu B.1.466. “Sebelum varian Delta masuk, sudah ada varian baru asal Indonesia mendominasi kasus Covid-19 di tanah air,” kata Sugiyono.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat mengingatkan Indonesia agar varian lokal terus dimonitor, karena secara genetik varian ini mampu meningkatkan transmisi atau penularan di masyarakat. Selain itu varian ini juga dapat menyebabkan penurunan efektivitas vaksin dan terapi obat.

Sugiyono juga menjelaskan, sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah atau efek secara epidemiologi yang menunjukkan secara langsung efek dari mutasi varian B.1.466. Varian lokal saat ini kasusnya tidak banyak dan sampai saat ini varian Delta justru lebih berbahaya.

“Sejak penelitian Covid-19 dilakukan di Indonesia selama lebih dari 1 tahun terakhir, telah ditemukan lebih dari 10 varian Covid-19. Namun varian yang menjadi perhatian adalah Delta, Alfa, dan varian of interest yaitu Gamma,” katanya.

Varian Alfa diketahui berasal dari Inggris dengan nama ilmiahnya B.1.1.7 dan varian Beta dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351 dan Brasil menjadi asal dari mutasi varian Gamma berkode P.1.

Tim LIPI serta sesuai data dari GISAID belum menemukan adanya kasus masyarakat terkonfirmasi positif varian Gamma dan Lamda di Indonesia, kendati dunia saat ini telah dihebohkan oleh varian baru itu.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Puncak Gelombang Omicron Bisa 3 Kali Lipat dari Delta

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan puncak gelombang Omicron di Indonesia, yang diperkirakan terjadi di akhir Februari 2022, akan...

Kasus Omicron Meningkat, Pemerintah Harus Berkaca pada Penanganan Delta

Pemerintah memprediksi puncak gelombang kasus virus Covid-19 varian Omicron terjadi pada awal Februari mendatang. Berkaca dari negara lain, lonjakan kasus...

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai sejak tahun 2019 hingga 2021, pembangunan riset dan teknologi nasional menjadi semakin suram,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In