ASPEK.ID, JAKARTA – Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan PPKM Darurat akan diperpanjang jika kasus Covid-19 tidak menurun. Luhut masih berharap angka kasus mulai menurun pada awal Agustus.
“Kami konsisten terhadap PPKM Darurat dan selama dalam 3 minggu kita harus melihat kasus ini apakah flating atau menurun pada awal Agustus,” kata Luhut dalam Deklarasi Gotong Royong Kemnaker dan Kadin, Selasa (13/7/2021).
Luhut menegaskan pemerintah akan mulai melonggarkan PPKM Darurat apabila tren kasus virus mematikan tersebut mulai menurun.
“Kita mulai relaksasi jika tren kasus ini terus menurun dan tentu kita melihat bed ocupancy rate apakah ikut membaik,” ajaknya.
Luhut sebutkan tidak bisa menghadapi Covid-19 dengan terus menaikkan jumlah tempat tidur di rumah sakit.
“Saya tegaskan kita tidak bisa menghadapi Covid-19 dengan terus menaikkan jumlah tempat tidur, harus ada batasnya. Menambah jumlah perawat, dokter, oksigen bukan serta merta jalan keluar,” ucapnya.
Menurut Luhut bukan terus menambah personil dokter dan perawat, melainkan persoalan protokol kesehatan-lah yang perlu dijaga.
“Mulai Senin kami tambah 2.200 dokter yang kita ambil dari dokter yang baru lulus dan kita training, ada 20.000 perawat baru lulus, kita latih, kemudian kita terjunkan. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah semua. Masalahnya tetap bagaimana kita tadi menjaga prokes dan patuh pada imbauan pemerintah,” ungkapnya.
Pemerintah menyiapkan skenario perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 4-6 minggu. Ini dibuat untuk mengantisipasi risiko lonjakan kasus Covid-19 yang masih tinggi, khususnya varian baru atau delta.






















