• Latest
  • Trending

Luhut Sebut Lebih Enak Jadi Tentara Ketimbang Menteri

Indonesia Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Enam Tokoh Dunia Masuk Bursa Sekjen PBB, Siapa Paling Berpeluang?

Waketum MUI Ingatkan Koruptor soal Siksa Neraka: Sandal Api hingga Memikul Harta Curian

Waketum MUI Ingatkan Koruptor soal Siksa Neraka: Sandal Api hingga Memikul Harta Curian

Prof Yusril Dorong Tanah Wakaf Blang Padang Diselesaikan Melalui Jalur Hukum Berkeadilan

Prof Yusril Dorong Tanah Wakaf Blang Padang Diselesaikan Melalui Jalur Hukum Berkeadilan

Hingga 2024, Volume Dagang RI-AS Capai USD 60 Miliar

AS Patok Tarif RI 10%, Purbaya ini Kabar Bagus

Garuda Indonesia dan Identitas Negara di Langit Dunia

Garuda Indonesia dan Identitas Negara di Langit Dunia

Kata Jampidsus Febrie soal Asal-usul Uang di Kafe Cipete dan Rumah Sentul

Penuhi Panggilan Tim 9, Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Terkait Dugaan TPPU

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

Kasus Laporan Hotman Paris Berlanjut, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Indonesia-China Teken 3 MoU Senilai Rp 36 Triliun

Akhir Pekan Rupiah Melemah ke Rp 17.979 per Dolar AS

Perusahaan BUMN Ini Buka Lowongan Kerja

BUMN Karya Selesai Bangun 238 Huntara untuk korban Banjir Sumatera

JPU: Bupati Bikin Perusahaan Minta Kepala Dinas Menang Tender

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Kejagung Panggil Lagi Febrie Adriansyah, Ancam Jemput Paksa Jika Mangkir

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Luhut Sebut Lebih Enak Jadi Tentara Ketimbang Menteri

by Zamzami Ali
Mei 2, 2020
in FIGUR, NEWS

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. [Foto: Setkab]

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku lebih menyenangkan menjadi tentara ketimbang menjadi menteri seperti sekarang.

Menurut pria kelahiran Toba Samosir, 28 September 1947 ini, hidup di dunia militer lebih menyenangkan dan memberi lebih banyak warna.

“Enak jadi tentara, karena saya memang bermimpi jadi pasukan khusus. Saya menikmati kehidupan di tentara dengan rona-rona kehidupannya,” ujar Luhut dalam wawancara RRI, Sabtu (2/5).

BacaJuga

Enam Tokoh Dunia Masuk Bursa Sekjen PBB, Siapa Paling Berpeluang?

Waketum MUI Ingatkan Koruptor soal Siksa Neraka: Sandal Api hingga Memikul Harta Curian

AS Patok Tarif RI 10%, Purbaya ini Kabar Bagus

Garuda Indonesia dan Identitas Negara di Langit Dunia

Penuhi Panggilan Tim 9, Febrie Adriansyah Mulai Diperiksa Terkait Dugaan TPPU

Kasus Laporan Hotman Paris Berlanjut, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Setelah menjadi komandan pun, Luhut mengaku harus memiliki sikap yang tegas dan tidak asal ngomong serta harus selalu memberikan contoh yang baik bagi para prajuritnya.

“Kalau mau jadi pemimpin yang baik intinya ya ketauladanan,” tutur pria yang pensiun dengan pangkat Jenderal ini.

Luhut juga mengisahkan bahwa untuk menjadi seorang komandan, bukan sesuatu yang mudah. Hal ini dikarenakan Luhut berasal dari keluarga sederhana dan ayahnya hanya berprofesi sebagai sopir.

“Tidak usah berkecil hati kamu anak siapa. Karena bapak saya hanya sopir dan bapaknya Pak Presiden Jokowi juga tukang kayu,” timpal Luhut.

Profil Singkat Luhut

Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A.  lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatra Utara, 28 September 1947. Putra Batak ini merupakan anak ke-1 dari 5 bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu. Ia menikah dengan Devi Simatupang dan memiliki 4 anak, yaitu: Paulina, David, Paulus dan Kerri Pandjaitan.

Luhut adalah lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970. Pada Tahun 1967, Luhut masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian Darat dan 3 tahun kemudian meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik pada tahun 1970, sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militernya banyak dihabiskan di Kopassus TNI AD. Di kalangan militer dikenal sebagai Komandan pertama Detasemen 81. Berbagai medan tempur dan jabatan penting telah disandangnya; Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), hingga Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat.

Ketika menjadi perwira menengah, pengalamannya berlatih di unit-unit pasukan khusus terbaik dunia memberinya bekal untuk mendirikan sekaligus menjadi komandan pertama Detasemen 81 (sekarang Sat-81/Gultor) kesatuan baret merah Kopassus, menjadi salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Pada 1999 Presiden B.J. Habibie mengangkatnya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Singapura di era krusial awal Reformasi. Kepiawaian Luhut dalam diplomasi dianggap mampu mengatasi hubungan kedua negara yang sempat terganggu dan kurang selarasnya komunikasi antar pemimpin negara sepeninggal Presiden Soeharto.

Dalam 3 bulan pertama masa jabatannya, ia mampu memulihkan hubungan kedua negara ke tingkatan semula. Lalu pada masa Presiden Abdurrahman Wahid, Luhut ditarik dari Singapura sebelum masa baktinya berakhir.

Gus Dur mempercayakannya sebagai Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia walau dalam periode yang singkat (2000-2001), sesingkat usia pemerintahan Gus Dur. Presiden di era pemerintahan selanjutnya pun bermaksud untuk mempercayakannya kembali sebagai Menteri, tetapi Luhut menolaknya karena ia menjaga etika terhadap Gus Dur.

Pada 31 Desember 2014, Luhut dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan Indonesia yang pertama oleh Presiden Joko Widodo. Pada 12 Agustus 2015, Luhut ditetapkan oleh Presiden menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebelum dipindahkan lagi menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada 27 Juli 2016.

Luhut kemudian dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma’ruf Amin periode 2019–2024 sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia.

Komentar
Share205Tweet34SendShareShare9Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pertamina Targetkan 13 Titik BBM 1 Harga di Kalimantan

Pembelian BBM Subsidi Dibatasi Mulai 17 Agustus

Jakarta - Pemerintah mulai membatasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini tidak tepat sasaran. Menteri Koordinator Bidang...

Luhut Terharu Saksikan Pelantikan KSAD di Istana

Luhut Terharu Saksikan Pelantikan KSAD di Istana

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menghadiri pelantikan Letjen Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). (Isal/detikcom)Jakarta - Menko Marves...

Luhut: Kasus Covid Naik,  Investor Wait & See

Luhut:  Jika Punya Privilege, Anak Muda  Ambil!

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Pandjaitan menyampaikan pesan kepada anak muda terkait peringatan Sumpah Pemuda...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Indonesia Jadi Anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Enam Tokoh Dunia Masuk Bursa Sekjen PBB, Siapa Paling Berpeluang?

Waketum MUI Ingatkan Koruptor soal Siksa Neraka: Sandal Api hingga Memikul Harta Curian

Waketum MUI Ingatkan Koruptor soal Siksa Neraka: Sandal Api hingga Memikul Harta Curian

Prof Yusril Dorong Tanah Wakaf Blang Padang Diselesaikan Melalui Jalur Hukum Berkeadilan

Prof Yusril Dorong Tanah Wakaf Blang Padang Diselesaikan Melalui Jalur Hukum Berkeadilan

Hingga 2024, Volume Dagang RI-AS Capai USD 60 Miliar

AS Patok Tarif RI 10%, Purbaya ini Kabar Bagus

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In