ASPEK.ID, PAPUA – Sebanyak tujuh kantor pemerintahan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dibakar massa. Aksi tersebut diduga dipicu ketidakpuasan terhadap pembagian dana desa tahap I tahun 2026.
Peristiwa pembakaran terjadi di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (11/8) malam. Massa awalnya mendatangi Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) setelah proses penyaluran dana desa.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes mengatakan massa mulai mendatangi Kantor PMK sekitar pukul 17.40 WIT. Situasi kemudian memanas hingga massa membakar kantor tersebut sekitar pukul 18.45 WIT.
“Selain itu 1 unit kendaraan Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di dalam halaman Kantor Bupati,” kata Domingos, Rabu (12/8/2026).
Menurut Domingos, Bupati Puncak Elvis Tabuni sempat mendatangi Kantor PMK setelah mengetahui adanya pergerakan massa. Bupati berupaya berdialog dan menenangkan massa, namun upaya tersebut tidak membuat situasi mereda.
Pembakaran kemudian meluas ke sejumlah fasilitas pemerintahan lainnya. Polisi mencatat tujuh kantor pemerintah yang menjadi sasaran, yakni Kantor PMK, Kantor Bupati, Kantor DPRD, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, serta Kantor Keuangan.
Satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang berada di halaman Kantor Bupati juga ikut terbakar.
“Selain sejumlah kantor pemerintahan, satu unit kendaraan roda empat milik Dinas Ketahanan Pangan yang terparkir di halaman Kantor Bupati juga turut terbakar,” ujar Domingos.
Untuk mengantisipasi kericuhan meluas, personel Satgas Penegakan Hukum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama jajaran Polsek Ilaga disiagakan di sejumlah titik. Personel kepolisian ditempatkan di kawasan perempatan alun-alun, tepatnya di depan Mapolsek Ilaga, sementara personel Satgas ODC berada di Kotis.
Sekitar 40 personel yang dipimpin Kasat Sabhara juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Mereka bersama sejumlah tokoh masyarakat memberikan imbauan agar massa membubarkan diri dan tidak melanjutkan aksi.
Polisi memilih pendekatan persuasif untuk mencegah situasi berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
Domingos mengatakan kondisi di lokasi berangsur kondusif. Massa disebut mulai meninggalkan kawasan tersebut secara bertahap.
“Saat ini massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi dan situasi keamanan berangsur kondusif,” katanya. []
















