ASPEK.ID, JAKARTA – Mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro resmi diangkat menjadi Komisaris Independen PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA).
Pengangkatan Bambang dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) TOBA yang digelar pada Kamis (17/6) kemarin.
Selain itu, kemarin Bambang juga telah diangkat sebagai Komisaris Independen di PT Astra International, Tbk.
Sebelumnya Bambang Brodjonegoro telah diangkat menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (28/5/2021).
Bambang, yang kementeriannya telah dilebur kedalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pimpinan Nadiem Makarim, menggantikan jabatan Komut yang sebelumnya ditempati oleh Rhenald Kasali sejak Mei 2019.
Diketahui, mantan Menteri Keuangan periode 27 Oktober 2014 – 27 Juli 2016 itu saat ini juga menjabat sebagai Komisaris Utama di salah satu perusahaan e-commerce terkemuka, Bukalapak.
PT Toba Bara Sejahtra Tbk merupakan salah satu produsen batu bara termal utama di Indonesia dengan lokasi di Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang memiliki luas konsesi area sekitar 7.087 hektar terdiri dari 3 tambang.
Total estimasi cadangan batu bara sebesar 147 juta ton dan sumber daya batu bara sebesar 236 juta ton berdasarkan laporan JORC per 2011 dan 2012. Ketiga konsesi tambang memiliki lokasi yang saling bersebelahan dan dioperasikan oleh 3 anak perusahaan Perseroan yaitu PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), PT Indomining (IM), dan PT Trisensa Mineral Utama (TMU).
Pada 2013, Perseroan menambah lini usaha di bidang pengolahan minyak kelapa sawit dengan mengakuisisi PT Perkebunan Kaltim Utama I (PKU) dalam rangka penyelesaian tumpang tindih lahan.
Guna memaksimalkan perkebunan kelapa sawit tersebut, Perseroan membangun pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton per jam untuk memproses hasil perkebunan. Pabrik kelapa sawit telah beroperasi sejak pertengahan tahun 2016.
Di tahun 2016, Perseroan memulai proses diversifikasi usaha ke sektor kelistrikan melalui anak perusahaan PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP) untuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x 50 megawatt (MW) di propinsi Gorontalo, Sulawesi.
Pada awal 2017, anak perusahaan, PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) dibentuk untuk proyek berikutnya yakni PLTU, 2×50 MW di propinsi Sulawesi Utara, Sulawesi.























