ASPEK.ID – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kenegaraannya ke kawasan Timur Tengah dengan mendarat di Amman, Yordania, Selasa (24/2) malam waktu setempat.
Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia tiba di Bandar Udara Militer Marka sekitar pukul 20.00 waktu setempat setelah sebelumnya memasuki wilayah udara Yordania dengan pengawalan kehormatan dua jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Kerajaan Yordania Hasyimiah. Pengawalan tersebut menjadi simbol penghormatan diplomatik tingkat tinggi bagi kepala negara sahabat.
Agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II. Pertemuan tersebut diproyeksikan memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang telah terjalin selama 75 tahun.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Amman antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Komposisi delegasi menunjukkan fokus kerja sama tidak hanya pada aspek politik, tetapi juga energi, investasi, dan ketahanan sumber daya.
Setibanya di bandara militer, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Al Hussein bin Abdullah II, bersama jajaran pejabat tinggi Kerajaan Yordania Hasyimiah. Prosesi penyambutan berlangsung dengan pasukan jajar kehormatan, menandakan eratnya hubungan kedua negara.
Dari pihak Indonesia, turut hadir Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Kunjungan ini tidak sekadar seremoni diplomatik. Di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, hubungan Indonesia–Yordania memiliki posisi strategis, terutama dalam isu Palestina, stabilitas kawasan, kerja sama pendidikan, pertahanan, serta penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Tahun 2026 menjadi penanda penting: 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Yordania. Momentum ini diharapkan menjadi titik akselerasi kemitraan yang lebih konkret dan berorientasi hasil, bukan sekadar simbolik.
Dari bandara, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam sebelum memulai agenda resmi kenegaraan bersama Raja Abdullah II. []























