ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan perkembangan terbaru penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah Sumatera. Kabar baiknya, akses jalan nasional yang sempat terputus kini sudah kembali terbuka.
“Jalan nasional sudah oke semua, itu good news-nya, baik dia karena dibersihkan maupun jembatan yang dibangun oleh satgas jembatan,” kata Tito, seperti dilansir detik, Sabtu (7/2).
Selain infrastruktur jalan, Tito menyebut distribusi energi dan logistik juga mulai kembali normal. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG dilaporkan berjalan lancar, seiring dengan pemulihan jaringan kelistrikan di sebagian besar wilayah terdampak.
“Kemudian kita lihat juga progres lain, BBM juga berjalan lancar. Saya apresiasi kepada Pak Menteri ESDM, Pak Bahlil, dan tim dari Danantara Pertamina khususnya terima kasih banyak. Gas LPG juga berjalan lancar, dan kemudian yang lain adalah komunikasi, karena listriknya sudah masuk, maka otomatis komunikasi baik,” imbuhnya.
Namun demikian, Tito mengakui masih terdapat sejumlah desa di Aceh yang hingga kini belum sepenuhnya menikmati kembali aliran listrik. Kerusakan parah pada jaringan kelistrikan akibat longsor menjadi penyebab utama keterlambatan pemulihan.
“Cuma memang ada beberapa tempat yang masih belum, delapan desa yang di Aceh Tengah, kemudian titik di Aceh ada 15 desa yang belum masuk aliran listrik karena memang putus-putus semua tiangnya, tapi diberikan genset oleh PLN,” jelasnya.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur jalan juga masih menjadi tantangan. Tito menjelaskan, beberapa ruas jalan yang sempat diperbaiki kembali mengalami kerusakan akibat kondisi tanah yang tidak stabil, terutama saat diguyur hujan.
“Sudah dibangun jalan, kemudian tergerus lagi karena struktur tanahnya itu berpasir kalau di Aceh, kalau di Sumut dan Sumbar tanahnya lempung, ini rentan sekali kalau ada hujan,” ujarnya.
Pemerintah pusat, kata Tito, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait untuk memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan karakter tanah yang rawan bencana. []
























