Berikut beberapa negara yang berutang ke China: yang dikutip dari sindonews, Jumat (15/2/2022).
- Maladewa
Maladwa negara kepulauan di Samudera Hindia yang menjadi salah satu negara yang berutang ke China. Ketua Majelis Rakyat (Parlemen Maladewa) dan mantan Presiden Mohamed Nasheed mengatakan pada Desember 2019 bahwa Maldives berutang kepada China sebesar USD3,5 miliar (sekitar Rp50,05 triliun dengan kurs Rp14.300/USD) dalam bentuk pinjaman, termasuk USD1,5 miliar dalam bentuk pinjaman antar pemerintah, pinjaman swasta, dan jaminan negara. - Pakistan
Pakistan telah menerima USD42,7 miliar (sekitar Rp610,6 triliun) dalam bentuk bantuan sejak 1980, di mana USD33,4 miliar adalah pinjaman dan USD9,3 miliar adalah hibah. - Tajikistan
Sebanyak 77% dari total portofolio pinjaman Tajikistan terdiri dari pinjaman China. Pada tahun 2011, parlemen Tajikistan setuju untuk menyerahkan sekitar 1.000 km2 (390 mil persegi) tanah ke China dengan imbalan pembebasan utang yang belum dibayar sebesar ratusan juta dolar. - Sejumlah negara di Afrika
Sejumlah negara di Afrika juga berutang ke China. Negara-negara tersebut meningkatkan pinjaman mereka dari China antara tahun 2000 dan 2014 (dengan total nilai USD94,5 miliar atau sekira Rp1.351,35 triliun) saat mereka berusaha untuk mengakhiri ketergantungan pada IMF dan Bank Dunia, yang menuntut liberalisasi pasar sebagai imbalan atas pinjaman.
Negara-negara Afrika dengan utang China terbesar adalah Angola (USD25 miliar), Ethiopia (USD13,5 miliar), Zambia (USD7,4 miliar), Republik Kongo (USD7,3 miliar), dan Sudan (USD6,4 miliar). Total sebesar USD143 miliar untuk pemerintah Afrika dan perusahaan milik negara antara tahun 2000 dan 2017.
Komentar














