• Latest
  • Trending
3 Bulan, Boeing Rugi Rp 35 Triliun

Pasca Tragedi SJ182, Boeing Rilis Panduan Penerbangan untuk Para Pilot

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pasca Tragedi SJ182, Boeing Rilis Panduan Penerbangan untuk Para Pilot

by Zamzami Ali
Februari 19, 2021
in NEWS
3 Bulan, Boeing Rugi Rp 35 Triliun

Ilustrasi. [Photo: Washington Post]

ASPEK.ID, JAKARTA – The Boeing Company, pabrikan pesawat asal Amerika Serikat (AS), mengeluarkan buletin teknis yang ditujukan kepada maskapai penerbangan.

Boeing mengingatkan maskapai penerbangan untuk memastikan pilot mereka memantau dengan cermat keadaan pesawat dan jalur penerbangan untuk mencegah hilangnya kendali dalam penerbangan.

Buletin ini dikeluarkan setelah Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan investigasi awal tentang kecelakaan pesawat Boeing model 737-500 milik armada Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu (9/1) lalu, yang menewaskan 62 orang.

BacaJuga

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Buletin tersebut membahas salah satu bidang potensial yang penting bagi penyelidik setelah kecelakaan itu, sambil menunggu penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Boeing sebelumnya menuai kritik karena menyalahkan pilot atas kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX Lion Air JT 610 pada 2018 silam di perairan Karawang, yang kemudian dikaitkan dengan sistem yang salah.

Menurut analisis keselamatan industri yang dikeluarkan oleh Airbus SE tahun lalu, kehilangan kendali dalam penerbangan merupakan penyebab terbesar – atau 33 persen – dari semua kecelakaan pesawat sejak dimulainya era jet.

Laporan investigasi awal KNKT menemukan pesawat dengan rute penerbangan Jakarta – Pontianak itu mengalami ketidakseimbangan dalam dorongan mesin yang akhirnya berbelok tajam dan kemudian jatuh ke laut.

Ketika pesawat mencapai ketinggian 8.150 kaki setelah lepas landas, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur (tenaga berkurang) sedangkan yang kanan tetap.

Salah satu pilot berbicara kepada pengawas lalu lintas udara (ATC) dan tidak ada bukti dalam laporan bahwa mereka melihat perbedaan daya dorong.

FDR (flight data recorder) merekam ketinggian tertinggi pesawat yaitu 10.900 kaki. Kemudian pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif ketika arah pesawat di 016 derajat.

Sikap pesawat posisi naik (pitch up) dan pesawat miring ke kiri (roll). Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang ke kanan tetap.

FDR mencatat auto throttle tak berfungsi dan pesawat menunduk ke depan. Lalu 20 detik kemudian FDR berhenti merekam, kata laporan itu. (DW)

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Buka Isi FDR Black Box Sriwijaya Perlu 2-5 Hari

Setelah Sriwijaya Air Jatuh, Boeing Didesak Periksa Tipe 737

ASPEK.ID, JAKARTA - Amerika Serikat (FAA) memerintahkan produsen pesawat Boeing untuk memeriksa jenis 737 generasi lama, setelah kecelakaan Sriwijaya Air...

Penampakan Sriwijaya Air SJ182 Saat Masih Mengudara

16 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Gugat Boeing

ASPEK.ID, JAKARTA - Pabrikan pesawat raksasa dunia, The Boeing Company, menghadapi tuntutan hukum di Seattle terkait dugaan tidak berfungsinya sistem...

Boeing 777 Dilarang Terbang di Seluruh Dunia, Ini Alasannya

Penjualan Boeing Berhasil Kalahkan Airbus

ASPEK.ID, JAKARTA - Pabrikan pesawat Boeing mengalahkan saingannya, Airbus, pada kuartal pertama tahun ini untuk pertama kalinya sejak 2019. Pencapaian...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In