• Latest
  • Trending
Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pemerintah Bangun Pabrik CPO dan RPO

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo HUT, Jokowi Doakan Sehat

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa Dangkal M 5,3 Hentak Labuan Bajo

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Relawan Selamatkan 100 Orangutan dari Kebakaran Hutan

Jelang Wajib Halal 17 Oktober, Khatib Jumat Diimbau Syiarkan Pentingnya Sertifikasi Halal

Pemerintah Tunda Wajib Sertifikat Halal ke 2028

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pemerintah Bangun Pabrik CPO dan RPO

by Aspek
Juli 18, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Ilustrasi kelapa sawit. [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan]

Pemerintah membahas hilirisasi produk kelapa sawit termasuk usulan pembangunan pabrik minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan minyak makan merah (red palm oil/RPO) mini berbasis koperasi.

Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu solusi untuk menyerap tandan buah segar (TBS) dari petani sawit yang terkadang sulit dijual, harganya rendah, atau petani tidak punya teknologi untuk mengolah sawitnya menjadi CPO dan RPO.

BacaJuga

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki dalam keterangannya selepas mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/7/2022)..

“Pak Presiden tadi sudah menyetujui untuk pembangunan minyak makan merah berbasis koperasi. Ini saya kira akan menjadi solusi karena 35 persen produksi sawit atau CPO ini berasal dari petani mandiri, petani swadaya,” kata Teten dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Dia menyampaikan jika dilihat dari luas lahan petani mandiri sebesar 41 persen lebih, maka hal ini akan menjadi solusi bagi distribusi minyak makan kepada masyarakat.

“Karena minyak makan merah ini sudah diketahui sehat, kandungan proteinnya tinggi, kandungan vitamin A-nya tinggi,” ujar Teten.

Teten menjelaskan saat ini teknologi produksi untuk minyak makan merah sudah dirancang oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Kota Medan. Teten berharap PPKS dapat segera membuat Detail Engineering Design (DED) sehingga mesin tersebut bisa segera diproduksi untuk menjadi proyek percontohan.

“Nanti ya kita akan putuskan (pilot-nya di mana), tapi salah satunya ya tentu Sumatera, Kalimantan, tapi ada koperasi-koperasi yang juga secara keuangan mereka bisa membangun sendiri dengan keuangan dan mereka juga kan koperasi ini punya anggota cukup besar dan anggotanya juga UMKM kan. Jadi saya optimistis minyak makan merah ini karena sehat dan juga bisa lebih murah, ini bisa diterima oleh pasar,” ungkap Teten.

Menurut Teten, pihaknya mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar pada Januari 2023 pembangunan pabrik CPO dan RPO berbasis koperasi ini sudah dimulai. Teten menargetkan PPKS bisa menyelesaikan DED paling lambat pada Agustus 2022 mendatang. Apabila telah selesai maka bisa langsung masuk ke tahap produksi dengan melibatkan BUMN maupun swasta.

Lebih lanjut, Teten menjelaskan bahwa satu pabrik CPO dan RPO mini membutuhkan investasi sebesar Rp23 miliar dengan return of investment (ROI) 4,3 tahun.

Menurutnya, investasi tersebut untuk produksi sebanyak 10 ton minyak makan merah per hari.

Untuk investasinya bisa diintegrasikan dengan working capital dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dengan bunga 5 persen. Sementara mesinnya bisa diintegrasikan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta untuk pengembangan sawit pada on-farm bisa dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Himbara.

“Jadi dalam model kami si koperasi membeli tunai sawitnya, TBS-nya dari petani sehingga si petani itu tidak lagi dipusingkan harus menjual sawitnya ke mana. Lalu koperasi mengolahnya menjadi CPO dan menjadi RPO dan kemudian mereka pasarkan. Kalau ini terintegrasi dengan program (pengurangan) stunting, juga misalnya PTPN menjadi offtaker ya, selain juga petani bisa menjual sendiri,” lanjutnya.

Untuk mencapai target produksi 10 ton per hari, Teten menjelaskan bahwa sawit yang dibutuhkan sekitar 50 ton per hari atau 1.000 hektare. Untuk itu, pemerintah menargetkan agar setiap 1.000 hektare lahan sawit ada satu pabrik CPO dan RPO mini ini.

“Sekarang sudah ada sebenarnya beberapa koperasi petani sawit yang luasan lahannya di atas 1.000 hektar. Ini sudah siap, baik yang di Sumatra Utara, Riau, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan. Tapi Pak Presiden sekali lagi minta piloting dulu. Ini juga kami nanti akan kerja samakan juga dengan PTPN,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Teten menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah sebagai solusi atas dua hal, yakni stabilitas harga TBS petani dan suplai minyak goreng. Teten berharap dengan adanya pabrik CPO dan RPO berbasis koperasi, kesejahteraan petani sawit bisa membaik.

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

KopDes Soft Launching pada Oktober 2026

  ASPEK lD, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengumumkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih akan mulai memasuki tahap operasional...

Soal Sawit Indonesia, PM India Janji Beri ‘Treatment’ yang Fair

Ekspor CPO Meningkat, GAPKI Dukung Peremajaan Sawit Kebun Rakyat

Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya menjadi kunci untuk menjaga pasokan...

PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

Sawit Aceh Mampu Pengaruhi Pasar CPO Dunia

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan dan strategis karena potensi dan kontribusinya yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In