• Latest
  • Trending
PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

Sawit Aceh Mampu Pengaruhi Pasar CPO Dunia

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo HUT, Jokowi Doakan Sehat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sawit Aceh Mampu Pengaruhi Pasar CPO Dunia

by Zamzami Ali
Maret 8, 2024
in BERITA TERBARU, NEWS
PTPN Siap Pasok 1 Juta Ton Sawit ke PLN

Ilustrasi HGU perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Timur, Aceh. [Foto: Zamzami/Aspek.id]

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan dan strategis karena potensi dan kontribusinya yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh khususnya Aceh Timur.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr Prayudi Syamsuri, M.Si mengemukakan fakta bahwa jika sawit Aceh mengalami gagal produksi, maka hal itu akan berimbas dan mempengaruhi pasar Crude Palm Oil atau CPO dunia.

Hal itu dikatakan Prayudi saat kunjungan lapangan Komite Pengarah Inisiatif Nasional Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Cerdas terhadap Iklim (NI-SCOPS) di Kabupaten Aceh Timur, Jumat (1/3/2024) lalu.

BacaJuga

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Turut hadir dalam rombongan antara lain sejumlah pejabat Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, perwakilan Kedubes Belanda dan Kedubes Inggris, KPH 3 Wilayah Aceh, Bappeda Aceh, Distanbun Aceh, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, Forum Konservasi Leuser, Yayasan Ekosistem Lestari, Yayasan Konservasi Alam Timur Aceh, PUPL Aceh Timur dan Aceh Tamiang, serta mitra terkait lainnya.

“Dari sisi produktivitas, Aceh berkontribusi sebesar 3,36 persen terhadap luasan lahan dan 2,14 persen luasan kelapa sawit dan produksi CPO nasional. Luas lahannya 470.826 ha dengan produksi CPO 966 ribu ton per tahun. Aceh Timur ada di peringkat kedua dengan luas 73 ribu ha, di bawah Nagan Raya dengan luas 96 ribu ha,” jelasnya.

Oleh karena itu, pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (KSB) menjadi pilar utama dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan di Provinsi Aceh, sehingga Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Peta Jalan KSB yang dimuat di berbagai dokumen perencanaan pembangunan seperti Rencana Pertumbuhan Hijau 2020-2050 yang menjadi referensi pengembangan RTRW, RPJP dan RPJM.

Peta Jalan KSB ini memberikan arahan dan strategi untuk mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan, terutama untuk mencapai rantai pasok yang bebas deforestasi, konversi gambut, dan eksploitasi (NDPE).

Pengembangan KSB sendiri adalah proses terintegrasi mulai dari hulu (perkebunan dan pengolahan pasca panen) hingga hilir (pengolahan produk turunan dan sampingan) dengan memperhatikan aspek ekonomi dan sosial termasuk keseimbangan lingkungan secara seimbang.

Maka dari itu, perlu legalisasi produk seperti Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) khusus tanaman sawit untuk membuktikan bahwa Aceh Timur memproduksi sawit yang berkelanjutan dengan komitmen menjaga kelestarian ekosistem khususnya Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Prayudi mengatakan, STDB sangat bermanfaat untuk petani karena dapat mengurai berbagai permasalahan di perkebunan sawit rakyat, terutama petani sawit swadaya.

“Bahkan dengan adanya pembuktian dari legalisasi lahan dan pemetaan kawasan, petani swadaya juga mendapatkan manfaat berupa intensif dan dukungan dari pemerintah setempat sangat dibutuhkan agar semua target ini dapat tercapai,” harap Prayudi.

Sementara Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa dan Sumberdaya Alam Kementerian Perekonomian, Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, MT mengatakan, pemerintah pusat saat ini sedang mendorong percepatan I-STDB dan ISPO agar segera tuntas, khususnya di Aceh Timur harus 100 persen.

“Maka dari itu kami butuh dukungan dan suport dari Pemerintah Daerah agar perkembangan sawit berkelanjutan dan komuniditi lainnya berkembang,” katanya.

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Timur, Ir Mahyuddin, M.Si mengatakan bahwa Kabupaten Aceh Timur mendukung penuh PPI Compact sebagai model tata kelola yang melibatkan pemerintah dan swasta untuk mendorong pertumbuhan hijau dan inklusif serta mendorong bisnis yang berkelanjutan melalui tiga pilar utama: produksi, proteksi, inklusi sosial, serta mendorong peningkatan produksi, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan akses semua pihak pada kehidupan yang lebih baik.

“Kedepan, kami juga berharap akan ada program-program kegiatan berkelanjutan yang didukung oleh Kementerian Perekonomian, Kementerian Pertanian dan pihak terkait lainnya terutama lembaga mitra yang selama ini telah banyak membantu,” kata Mahyuddin. [ZA]

Komentar
Share18Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pelaku UMKM Berbasis Sawit Diajak ke Pasar Global

ASPEK.ID, JAKARTA - Pengamat ekonomi Eisha Maghfiruha Rachbini mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis kelapa sawit untuk...

Soal Sawit Indonesia, PM India Janji Beri ‘Treatment’ yang Fair

Ekspor CPO Meningkat, GAPKI Dukung Peremajaan Sawit Kebun Rakyat

Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai peningkatan produktivitas petani plasma dan swadaya menjadi kunci untuk menjaga pasokan...

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Hilirisasi Sawit Strategis Dongkrak Ekspor Indonesia

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa hilirisasi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) merupakan senjata strategis...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In