ASPEK.ID, JAKARTA – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Tim SAR kini memperluas wilayah operasi hingga Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul sejumlah temuan baru di lapangan.
Kepala Basarnas RI M. Syafii mengatakan operasi SAR terhadap KM Virgo Transport 8 belum dihentikan meski pencarian bawah air telah berlangsung selama 20 hari.
“Kesimpulan dapat kami sampaikan bahwa operasi SAR terhadap KM Virgo tetap dilaksanakan. Operasi SAR Nasional akan kita arahkan ke Kantor SAR Banjarmasin, Palangka Raya dan Pontianak,” ujar Syafii, Minggu (4/10/2026).
Syafii menjelaskan pencarian akan dilakukan secara simultan oleh tim SAR di sejumlah wilayah. Operasi pencarian bawah air memang telah berlangsung selama 20 hari, namun tidak ada lagi korban yang ditemukan pada hari ke-19.
“Pada hari ke-19, itu sudah tidak ditemukan lagi korban,” katanya.
Meski belum menemukan korban baru dalam pencarian bawah air, Basarnas memastikan operasi SAR tetap dilanjutkan. Tim masih meyakini ada korban yang kemungkinan berada di dalam kapal dan dapat dievakuasi.
“Operasi ini tidak dihentikan, tidak ditutup. Karena kita menyakini bahwa di dalam kapal masih ada korban-korban yang bisa dievakuasi dan kita serahkan kepada keluarga dalam kondisi terhormat,” ujarnya.
Perluasan wilayah pencarian dilakukan menyusul sejumlah petunjuk baru yang ditemukan tim. Beberapa korban diketahui telah ditemukan hingga wilayah Palangka Raya, Kalteng. Selain itu, tim juga menemukan perahu karet di wilayah Kalbar.
Syafii mengatakan temuan tersebut menjadi dasar bagi Basarnas untuk memperluas cakupan operasi pencarian. Pergerakan korban juga diperkirakan telah mencapai wilayah Kalteng hingga Kalbar.
“Operasi ini kita sesuaikan bahkan bisa dikatakan diperluas. Karena adanya temuan korban sampai Kalimantan Tengah bahkan, ditemukan perahu karet ada di wilayah Kalimantan Barat. Korban juga ada yang masuk ke wilayah dari Kalteng ke wilayah Kalbar,” jelas Syafii.
Dengan perluasan tersebut, operasi SAR KM Virgo Transport 8 kini diarahkan melibatkan Kantor SAR Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak. Tim akan terus menyisir wilayah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. []
















