ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengupayakan program Vaksinasi Gotong Royong (Mandiri) yang diperuntukkan bagi pekerja tidak akan memberatkan pelaku usaha.
Rosan menyatakan pihaknya sudah membuat survei ke pelaku usaha yang berminat memberikan vaksin Covid-19 kepada pekerjanya. Pengusaha berharap harga harga vaksin yang harus mereka bayarkan tak lebih dari Rp1 juta.
“Harganya tak lebih dari Rp1 juta untuk satu dosisnya yang bisa diterima oleh pelaku usaha. Tapi kami masih menunggu bagaimana aturan dari pemerintah saja,” katanya, Jumat (12/2/2021).
Adapun, terkait dengan jumlah penerima vaksin lewat program tersebut berkisar 25-30 juta orang dengan total vaksin yang akan diimpor sekitar 60 juta dosis.
Rosan mengungkapkan kemungkinan besar akan melibatkan perusahaan farmasi swasta nasional.
Menurutnya, perusahaan farmasi swasta dari dalam negeri berpeluang menjadi importir vaksin untuk program Vaksinasi Gotong Royong. Vaksin untuk program tersebut akan didatangkan dari beberapa produsen di seluruh dunia, kecuali Sinovac.
Rosan tak bisa memastikan kapan regulasi terkait impor vaksin Covid-19 oleh swasta bisa rampung. Namun yang jelas, kebijakan mengenai program Vaksinasi Gotong Royong kemungkinan bisa diselesaikan oleh pemerintah pada pekan ketiga Februari 2021.
Dengan demikian, program vaksinasi yang menargetkan pekerja swasta itu bisa dimulai setidaknya pada Maret 2021 menggunakan vaksin Sinovac yang didatangkan oleh BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero).
“Ada dua skema untuk program Vaksinasi Gotong Royong, yang pertama akan bekerjasama dengan BUMN dulu, Bio Farma dalam hal ini. Nantinya, jika [swasta] diizinkan impor langsung itu next step-nya,” ungkap Rosan.





















