ASPEK.ID, JAKARTA – Penyebar hoaks penyekatan larangan mudik dengan tank di Bekasi-Bogor ditangkap. Penyebarnya adalah Faisal Rahman (35), warga Bantargebang Selatan, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Pelaku sudah diperiksa di Mako YonArmed 7 Dam didampingi pihak kepolisian. Pelaku sudah meminta maaf melalui video singkat.
Dalam video durasi 0.42 detik tersebut, pelaku membuat pernyataan dan permohonan maaf lalu mengakui telah merekam dan menyebarkan video dengan informasi tidak benar.
“Saya Faisal Rahman, 35 tahun. Pembuat video hoaks tentang penyekatan jalan oleh TNI dengan menggunakan tank. Saya menyatakan bahwa video yang saya buat tersebut tidak benar dan hoaks. Saya mohon maaf kepada semua TNI seluruh Indonesia atas perbuatan saya yang telah mencemarkan institusi TNI,” katanya.
Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengklarifikasi tentang adanya nideo viral yang menerangkan bahwa TNI menurunkan Tank untuk penyekatan pemudik di Perbatasan Bekasi Bogor adalah pernyataan itu tidak benar.
Kondisi sebenarnya adalah satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih sedang melaksanakan Latihan Taktis Tingkat Rai TW II TA.2021.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Kolonel Arh Herwin BS menuturkan, tank tersebut milik Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih yang tengah menjalani latihan.
“Tersebarnya Video yang menyatakan bahwa Anggota TNI menurunkan Tank guna untuk Penyekatan Pemudik itu tidak benar, yang sebenarnya adalah satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih sedang melaksanakan Latihan Taktis Tingkat Rai TW II TA.2021,” kata Herwin melalui keterangan tertulis, Jumat (7/5/2021).
Dia menjelaskan, latihan yang dilakukan oleh Satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih itu dilaksanakan pada Kamis, 6 Mei 2021 pada pukul 13.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB. Adapun tempat latihan secara keseluruhan tersebut bertempat di Tanah Lapangan bekas pabrik kecap di Kelurahan Ciketing Udik.
“Untuk pelaksanaan latihan gelar steling dari tank di lokasi gelar bertempat di Tanah Lapang Bakong Jalan Raya Narogong Kel. Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Kemudian, pada saat pelaksanaan latihan tingkat Rai satuan tersebut menggunakan kendaraan tempur (ranpur) antara lain, meriam 105 GS sebanyak dua unit, AMX sebanyak satu unit, ran truk sebanyak dua unit, ambulance sebanyak satu unit, dan ran Strada Triton Wadanyon sebanyak satu unit.
Pada saat losesnya,dilakukan kegiatan pengamanan rute dari lokasi “steling cepat” di tanah lapang bekas pabrik kecap di Ciketing Udik menuju ke tempat “steling biasa” di tanah lapang Bakong. Ketika itu seluruh tim pengamanan melaksanakan penghambatan lalu lintas untuk mengamankan kendaraan yang sedang melintas.
“Pada pukul 15.30 WIB, peserta latihan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih menuju ke Tanah Lapang Bakom. Kendaraan tempur Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih memasuki daerah steling biasa dan kelompok pengamanan menutup jalan agar tidak terjadi kecelakaan latihan di lapangan,” jelasnya.
Herwin menuturkan, Kodam Jaya merasa dirugikan atas video hoaks yang telah tersebar luas dan viral tersebut. Menurut dia, giat latihan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami dari Kodam Jaya merasa dirugikan atas penyebaran video tersebut dan kami katakan bahwa berita tersebut adalah hoax. Adapun dasar Latihan tingkat Rai satuan Yonarmed-7/105 GS/Biringgalih sudah sesuai dengan direktif latihan dari Kodam Jaya,” pungkasnya.













