ASPEK.ID, SOLO – Persis Solo terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Laskar Sambernyawa akan menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Garudayaksa Training Centre sebagai bagian dari agenda pramusim.
TC dijadwalkan berlangsung mulai 31 Juli hingga 8 September 2026. Selama pemusatan latihan, skuad Persis juga akan menjalani sejumlah pertandingan uji coba melawan tim dari kasta tertinggi sebagai bagian dari evaluasi kesiapan tim.
Pelatih kepala Persis, Ricky Nelson, mengatakan agenda tersebut dirancang untuk memantau perkembangan para pemain sekaligus meningkatkan kesiapan tim dari sisi taktikal, mental, hingga kondisi fisik.
“Training camp kita nanti ada beberapa uji coba melawan tim dari kasta tertinggi. Oleh karena itu, uji coba ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menerapkan taktik yang sudah dilakukan pemain dalam sesi latihan,” kata Ricky Nelson, Jumat (31/7/2026).
Menurut Ricky, pertandingan uji coba akan menjadi tolok ukur menguji kekuatan sejauh mana para pemain mampu memahami materi latihan yang telah diberikan selama pramusim.
“Tujuan utama adalah kita mencoba taktikal apa yang ingin kita gunakan di kompetisi. Dan juga memantau perkembangan pemain saat melawan tim yang levelnya di atas mereka,” ujarnya.
Selain mengukur kesiapan pemain, laga uji coba juga akan dimanfaatkan tim pelatih untuk mengevaluasi hasil program latihan yang telah dijalani. Salah satu fokus utama adalah melihat perkembangan kondisi fisik pemain setelah menjalani fase penyesuaian selama pramusim.
“Dalam uji coba nanti kami ingin melihat bagaimana hasil setelah penyesuaian fisik, kemudian penerapan taktikal, baik saat menyerang maupun bertahan. Dua aspek itu menjadi fokus utama kami. Terutama organisasi pertahanan, karena itu yang kami siapkan untuk menghadapi pertandingan tandang,” jelas Ricky.
Hasil evaluasi selama training camp nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan performa tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Ricky berharap skuad Persis mendapat tantangan yang cukup berat selama pemusatan latihan agar tim mengetahui aspek-aspek yang masih perlu dibenahi.
“Kami berharap selama training camp mendapat tekanan yang lebih banyak sehingga kami bisa mengetahui apa yang harus dipersiapkan untuk kompetisi nanti. Saat menghadapi lawan yang lebih bagus, kami bisa melihat di mana titik lemah tim dan dari situ kami melakukan perbaikan,” pungkasnya. []


















