ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak lima pasien yang sempat positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 dipulangkan pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, setelah dinyatakan negatif.
“Pasien 01,02,03 sudah pulang ya. Kemudian juga pasien 10 dan 11 sudah pulang,” ujar Direktur RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di Jakarta, Senin (16/3).
Selain itu, ada dua pasien lagi yang dipulangkan setelah selesai menjalani pemeriksaan kedua yakni pasien nomor 23 dan pasien nomor 27.
Total dari keseluruhan pasien yang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso berjumlah 48 orang, dengan rincian 33 orang pasien dalam pengawasan, 12 orang terkonfirmasi positif dan meninggal tiga orang.
Berbagi Tips
Pasien yang diperbolehkan pulang kemarin membagikan tips untuk sembuh dari pandemi global tersebut dengan mendisiplinkan diri minum air putih yang banyak.
“Jadi kita punya kekuatan dari dalam diri kita untuk menyembuhkan, asalkan kita disiplin minum air putih yang banyak,” kata pasien 03 seperti dilansir laman Antara di RSPI Sulianti Saroso, Senin (16/3).
Selain disiplin minum air putih, kata dia, menerapkan pola hidup sehat seperti istirahat yang benar serta asupan gizi, sayuran dan vitamin juga perlu dilakukan agar tubuh tetap fit.
“Jaga imun dan laksanakan personal ‘hygiene’ yang ketat dengan cara rajin mencuci tangan dan endengarkan saran dari pemerintah,” ujarnya.
Menurut dia, jika saat ini pemerintah menyarankan agar masyarakat melakukan pembatasan sosial sementara untuk mencegah penyebaran Corona, hendaknya saran itu dituruti dan dilakukan sebaik mungkin.
Kemudian, bagi pasien positif Corona yang tidak disertai tanda-tanda gejala apapun, dikatakannya lebih berbahaya karena tanpa disadari telah menularkan kepada orang lain.
Oleh karena itu ia mengimbau kewaspadaan masyarakat untuk menjaga diri dan orang lain dari penularan virus tersebut saat beraktivitas.
“Kasus saya yang dinyatakan positif tapi tidak memiliki tanda-tanda apapun itu sebenarnya lebih berbahaya karena kita melakukan aktivitas seperti biasa dan bisa menularkan ke orang yang imunnya dan kesehatannya lebih lemah dari kita. Itu akan berefeknya lebih parah,” jelasnya.






















