ASPEK.ID – Pesawat angkut jenis Hercules C-130 mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional El Alto, Bolivia, Jumat pekan lalu sekitar pukul 18.15 waktu setempat. Insiden tragis tersebut menewaskan 24 orang.
Pesawat itu diketahui terbang dari Santa Cruz dengan membawa muatan khusus berupa uang kertas milik Bank Sentral Bolivia (BCB). Total yang diangkut mencapai 17,1 juta lembar uang pecahan dengan nilai 423 juta bolivianos atau setara sekitar Rp 1 triliun.
Berdasarkan keterangan saksi dan rekaman video yang beredar, badan pesawat tampak rusak parah di landasan. Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut.
Situasi semakin ricuh ketika warga berbondong-bondong mendatangi lokasi dan mengambil uang tunai yang berserakan. Aparat kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang mencoba menjarah uang dari badan pesawat.
Dalam beberapa rekaman, terlihat sekelompok orang berlari menjauh dari kepulan gas air mata. Sebagian dari mereka bahkan membentuk barisan menggunakan perisai dan melempari aparat dengan batu.
Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia mengecam tindakan tersebut.
“Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa,” kata Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia dimuat BBC, Rabu (4/3).
Laporan AFP menyebutkan sekitar 30 persen dari total uang yang diangkut diduga telah dijarah warga.
Menanggapi situasi itu, Bank Sentral Bolivia mengambil langkah tegas dengan membatalkan seluruh uang kertas yang berada dalam penerbangan tersebut. Uang seri B yang dibawa pesawat dinyatakan tidak lagi memiliki nilai hukum dan tidak dapat digunakan dalam transaksi.
Presiden BCB David Espinoza meminta masyarakat untuk memahami keputusan tersebut dan tetap menggunakan uang tunai yang sah. Bank sentral juga menyediakan fitur pencarian di situs resminya agar warga dapat memverifikasi keaslian uang yang mereka miliki.
“Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum… bahwa upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan,” tambah Menteri Pertahanan, Marcelo Salinas.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah masa berkabung nasional.
“Kami juga meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini,” ujarnya.
Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan serta upaya pengamanan sisa uang yang berhasil diamankan. []























