ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mulai memperluas jejak internasionalnya. Perusahaan panas bumi pelat merah itu melakukan penjajakan implementasi teknologi Flow2Max di lapangan milik Energy Development Corporation (EDC) di Filipina.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi komersialisasi inovasi sekaligus membuka potensi sumber pendapatan baru dari sektor jasa dan teknologi panas bumi global.
Dalam agenda roadshow tersebut, PGE mengunjungi lapangan wet steam terbesar di dunia yang berlokasi di Leyte, Filipina. Kunjungan ini difokuskan pada pembahasan penerapan teknologi Flow2Max, inovasi pengukuran dua fase (two-phase flow meter) yang dikembangkan PGE.
Manager Production & Optimization Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperluas kemitraan global sekaligus memperkenalkan teknologi nasional ke panggung internasional.
“Kami bangga dapat memperkenalkan inovasi teknologi pengelolaan superheated steam PGE kepada salah satu perusahaan panas bumi terbesar dan bereputasi di dunia. Terlebih, Filipina saat ini menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia,” ujar Mohamad Husni dalam Keterbukaan Informasi perusahaan, Rabu (25/2).
Dalam pertemuan tersebut, kedua perusahaan membahas aspek teknis implementasi hingga skema komersial, termasuk negosiasi harga sebelum memasuki tahap manufaktur. Pemasangan perdana Flow2Max di lapangan EDC ditargetkan terealisasi pada Juni 2026.
Flow2Max dirancang untuk memantau aliran fluida dua fase secara real-time guna meningkatkan akurasi prediksi produktivitas sumur. Teknologi ini diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat pengelolaan reservoir secara berkelanjutan.
“Kami harap penerapan teknologi Flow2Max dapat mendukung optimalisasi operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan,” tambah Mohamad Husni.
Dalam kunjungan tersebut, PGE turut menggandeng PT Sigma Cipta Utama (SCU), anak usaha PT Elnusa Tbk, sebagai mitra strategis.
Dari pihak EDC, Head of Geothermal Technology and Innovation Erlindo Angcoy Jr. menyambut positif peluang kerja sama ini. Ia menilai teknologi Flow2Max relevan untuk mendukung optimalisasi kinerja sumur panas bumi di lapangan mereka.
Sementara itu, Manager Ops. Asset Management & Optimization PGE, Jati Permana Kurniawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan berkembang lebih luas, tidak sekadar pemasangan perangkat.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi ini, tidak hanya implementasi teknologi, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapabilitas teknis guna mendorong kemajuan sektor panas bumi di tingkat global,” pungkas Jati.
Ekspansi ini menandai langkah strategis PGE dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri panas bumi dunia, sekaligus mendorong transformasi inovasi energi nasional ke pasar internasional. []























