• Latest
  • Trending
Polemik Impor Pikap Menghangat, Agrinas Siap Paparkan Kontrak ke DPR

Polemik Impor Pikap Menghangat, Agrinas Siap Paparkan Kontrak ke DPR

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Danantara Buka Alasan Antam dan PTBA Kembali Sandang Status Persero

Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Dony Oskaria Kasih PR Pangkas BUMN Jadi 300 Entitas

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Seleksi Dewan Komisioner OJK Minim Pendaftar dari Tokoh Publik

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

BP BUMN Lantik Pejabat Eselon I dan II, Ini Daftarnya

BP BUMN Lantik Pejabat Eselon I dan II, Ini Daftarnya

3 Nama dari PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran? Begini Jawaban Dasco

RUU Ketenagakerjaan Mandek, Begini Kata Dasco

Panduan Lengkap Ibadah Ramadan & Idulfitri 1442 H/2021

Yaqut Ungkap Alasan Bagi-bagi Kuota Haji

Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar Buah Isfahan, Empat Tewas

Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar Buah Isfahan, Empat Tewas

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Periksa 12 Saksi Kasus Sudewo, Plt Bupati Pati Turut Dipanggil

Kemenaker Sikat 12 Perusahaan Pelanggar TKA, Denda Tembus Rp 4,48 Miliar

Kemenaker Sikat 12 Perusahaan Pelanggar TKA, Denda Tembus Rp 4,48 Miliar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Februari 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Polemik Impor Pikap Menghangat, Agrinas Siap Paparkan Kontrak ke DPR

by Muhammad Fadhil
Februari 24, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
Polemik Impor Pikap Menghangat, Agrinas Siap Paparkan Kontrak ke DPR

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

ASPEK.ID, JAKARTA – Polemik rencana impor 105.000 kendaraan komersial ringan dari India kian mengemuka. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan akan meminta waktu bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad guna memberikan penjelasan langsung terkait proyek pengadaan tersebut.

Langkah itu diambil menyusul permintaan DPR agar pemerintah menunda rencana impor pikap dan truk ringan untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Joao menegaskan, pihaknya ingin memaparkan secara terbuka dasar keputusan bisnis yang telah diambil, termasuk membawa dokumen dan kontrak resmi pengadaan.

BacaJuga

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Dony Oskaria Kasih PR Pangkas BUMN Jadi 300 Entitas

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Seleksi Dewan Komisioner OJK Minim Pendaftar dari Tokoh Publik

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai

Striker Dewa United Alex Martins Siap Geser Maxwell Souza di Posisi Top Skor

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya akan meminta waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga, karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Agrinas, Selasa (24/2).

Menurut Joao, keputusan menggandeng produsen asal India bukan tanpa pertimbangan. Ia menyebut kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan kendaraan dalam jumlah besar dalam waktu yang ditentukan.

Agrinas membutuhkan 105.000 unit kendaraan komersial ringan. Sementara kemampuan produksi nasional, menurutnya, hanya berada di kisaran 45.000 unit.

Selain faktor kapasitas, aspek harga turut menjadi pertimbangan krusial. Joao menyatakan produsen dalam negeri tidak memberikan skema harga khusus meskipun pembelian dilakukan dalam jumlah besar.

Ia mengklaim pengadaan dari India justru menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp 46,5 miliar dibandingkan pola pengadaan umum.

“Saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah, kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal,” ucapnya.

Dalam proyek ini, Agrinas menggandeng dua pabrikan otomotif India, yakni Mahindra & Mahindra dan Tata Motors.

Joao mengungkapkan kontrak pengadaan telah ditandatangani sejak 23 Desember 2025. Artinya, secara administratif dan bisnis, proyek tersebut telah berjalan.

Meski demikian, ia menyatakan kesiapan untuk mengikuti keputusan politik apabila pemerintah dan DPR memutuskan penghentian.

“Kalau negara dan DPR menyatakan kami harus hentikan, kami hentikan dengan segala risiko yang tadi saya sudah sampaikan,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa kebijakan ini berkaitan dengan loyalitas terhadap pemain lama industri otomotif nasional.

“Kita jangan juga terlalu gampang, ‘oh karena pihak tertentu sudah sekian puluh tahun menguasai pasar kita, jadi kita harus loyal kepada mereka’. Tidak. Saya tidak loyal kepada pihak swasta siapa pun,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah menunda rencana impor tersebut agar tidak diputuskan secara terburu-buru. Ia menilai pembahasan sebaiknya dilakukan setelah Presiden kembali dari kunjungan luar negeri.

“Rencana untuk impor 105.000 mobil pikap dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dahulu,” ujar Dasco di Kompleks DPR/MPR, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penundaan impor sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan industri nasional.

“Kalau menurut saya harusnya sih, kalau presiden tujuannya adalah menggalakkan industri dalam negeri. Saya pikir presiden posisinya clear dalam hal ini,” kata Purbaya.

Dengan kontrak yang telah diteken namun tekanan politik yang terus menguat, keputusan akhir pemerintah atas proyek ini akan menjadi penentu arah kebijakan antara efisiensi fiskal dan proteksi industri dalam negeri. []

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Direktur Umum PT Pertamina (Persero), Luhur Budi Djatmiko, dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan...

Danantara Buka Alasan Antam dan PTBA Kembali Sandang Status Persero

Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Dony Oskaria Kasih PR Pangkas BUMN Jadi 300 Entitas

ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menegaskan agenda besar perampingan BUMN sebagai...

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

ASPEK.ID, WASHINGTON - Di tengah meningkatnya tensi antara Washington dan Teheran, peringatan serius datang dari lingkaran militer tertinggi Amerika Serikat....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Profil Dirut Baru Pelindo: Jejak Karier Achmad Muchtasyar di Energi dan Infrastruktur

Profil Dirut Baru Pelindo: Jejak Karier Achmad Muchtasyar di Energi dan Infrastruktur

OJK Dalami 32 Kasus Pasar Modal, dari Goreng Saham hingga Dugaan Penipuan

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Eks Direktur Umum Pertamina Divonis 1,5 Tahun Penjara

Danantara Buka Alasan Antam dan PTBA Kembali Sandang Status Persero

Lantik Pejabat Baru BP BUMN, Dony Oskaria Kasih PR Pangkas BUMN Jadi 300 Entitas

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Jenderal Tertinggi AS Ingatkan Risiko Akut Jika Serang Iran

Seleksi Dewan Komisioner OJK Minim Pendaftar dari Tokoh Publik

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In