ASPEK.ID, JAKARTA – Aparat Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat tengah memburu dua pelaku penyiraman cairan kimia yang diduga air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Talang, kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam.
Polisi saat ini melakukan penyelidikan dengan metode scientific investigation atau investigasi ilmiah untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus mendalami motif penyerangan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, petugas juga mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat guna memastikan kondisi Andrie Yunus yang mengalami luka bakar cukup serius.
“Korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, antara lain wajah, mata sebelah kanan, dada, serta kedua pergelangan tangan,” ujar Roby, Rabu (14/3).
Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi, pelaku diduga berjumlah dua orang yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Salah satu pelaku yang duduk di bagian belakang diduga menjadi orang yang menyiramkan cairan kimia ke arah korban.
“Dari hasil rekaman CCTV terlihat dua orang pelaku menggunakan sepeda motor. Pelaku yang dibonceng diduga melakukan penyiraman terhadap korban,” jelasnya.
Roby menambahkan, penyelidikan dilakukan bersama tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
“Kami bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dengan metode scientific investigation untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku,” katanya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut.
Meski korban belum membuat laporan resmi karena masih menjalani perawatan medis, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.
Metode scientific investigation sendiri merupakan teknik penyelidikan yang dilakukan secara sistematis melalui pengumpulan bukti, analisis data, serta pengujian berbagai kemungkinan guna menemukan fakta dalam suatu tindak kriminal. []
























