Oleh: AMIR FAISAL
(FOUNDER PERFEKTO UNTUK INDONESIA)
Di Akhir tahun 2022, Menteri BUMN Erick Thohir terlihat rajin memposting sejumlah kegemarannya yang dilakukannya pada tahun tersebut. Diawali dengan film favoritnya pada 2022 seperti Ngeri-Ngeri Sedap, Mencuri Raden Saleh, Sri Asih, Keluarga Cemara hingga Big 4 yang merupakan film aksi komedi Indonesia yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto.
Ia juga memposting lagu favoritnya dan buku bacaan yang menurutnya menarik sepanjang 2022. Seperti lagu Ojo dibandingke, Hati-hati di jalan, I Ain’t Worried dan Dreamers, juga buku yang dibacanya seperti Laut Bercerita yang ditulis oleh Leila S Chudori hingga Mastery karya Robert Greene.
Namun jika dilihat kilas balik sepanjang 2022 banyak kiprah yang telah ditorehkan oleh menteri yang disukai banyak anak muda ini, maka wajar bila akhirnya dia mendapatkan anugerah sebagai Minister of the Year atau menteri terbaik pada penghujung tahun 2022 ini.
Beberapa pencapaian dan gebrakan Erick Thohir sepanjang 2022 diantaranya seperti terus melanjutkan transformasi BUMN, meningkatkan kinerja dan laba BUMN, menyelamatkan sepakbola tanah air dari sanksi FIFA akibat tragedi Kanjuruhan, melanjutkan penyelamatan Garuda Indonesia, menggandeng Kejaksaan Agung melakukan bersih-bersih di BUMN, mensukseskan G20 Bali dan yang menarik di akhir tahun ini adalah saat Erick Thohir ke Qatar menyaksikan Piala Dunia bersama para legenda sambil melakukan safari ekonomi untuk Indonesia dan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U 20.
Inilah Erick Thohir yang selalu punya cara berbeda dalam melakukan sesuatu, imajinasi dan kreatifitasnya sangat tinggi demi menuju sebuah tujuan yang dia inginkan.
Di awal tahun 2022 Erick Thohir gencar melakukan road map transformasi BUMN, ia meminta PLN untuk bisa menjual listrik ke negara-negara luar yang saat itu tengah mengalami ketidakpastian terhadap rantai pasok, ia juga memerintahkan PLN agar fokus berbenah untuk untuk mencapai target penurunan emisi atau net zero emission (netralitas karbon). Erick juga menargetkan Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN akan menjadi e-government pada akhir tahun 2022.
Hasil transformasi BUMN terlihat pada Kuartal I dimana perusahaan-perusahaan plat merah berhasil meningkatkan kinerja dan meraih laba yang signifikan, seperti PT Telkom Indonesia mencatatkan pendapatan mencapai Rp35,2 triliun atau naik 3,7 persen dan laba meningkat 1,7 persen menjadi Rp6,12 triliun. Kemudian Perusahaan Gas Negara (PGN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun, melompat signifikan dari periode tahun lalu 92,68 persen. Dan tertinggi diraih PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan perolehan laba bersih mencapai Rp12,22 triliun atau tumbuh 78,8 persen.
Dan di Kuartal III Erick Thohir berhasil membawa laba BUMN semakin meningkat cukup fantastis, yakni tembus Rp115 triliun atau melampaui laba setahun di 2021.
Di tahun 2022, Erick Thohir juga berhasil mengubah wajah Sarinah menjadi wadah bagi para komunitas dan pelaku UMKM untuk melebarkan sayapnya untuk merambah ke pasar internasional. Sarinah bertransformasi menjadi ruang publik yang bermanfaat untuk masyarakat. Erick Thohir mengubah sisi depan Sarinah menjadi ruang aktivitas warga Ibu Kota.
Namun tak hanya soal BUMN, Erick Thohir sepanjang tahun 2022 juga menorehkan kontribusi lain untuk negara, seperti menyelesaikan sejumlah problematika sepak bola tanah air. Hal ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya industri sepak bola tidak sekadar olahraga belaka, namun sepak bola telah menjadi sebagai sebuah komoditas dalam konstelasi perekonomian nasional dan global.
Erick Thohir sangat paham bahwa sepak bola bisa menjadi salah satu ekosistem dan instrumen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta memberikan banyak manfaat untuk negara. Sehingga ia pun mengambil langkah berani untuk melakukan negoisasi dengan Presiden FIFA agar Indonesia tidak terkena sanksi akibat tragedi Kanjuruhan yang menelan banyak korban jiwa dan ratusan korban luka-luka.
Diplomasi Erick Thohir ini pun membuahkan hasil nyata, Pemerintah Indonesia dan FIFA sepakat untuk melakukan transformasi total sepak bola Indonesia. Ini pun menjadi gerbang awal untuk meningkatkan kualitas dan ekosistem sepak bola tanah air untuk menjadi lebih baik lagi.
Selain itu Erick Thohir juga serius melakukan negoisasi untuk mempersiapkan Piala Dunia U20 yang akan berlangsung pada tahun 2023 ini. Ia pintar memanfaatkan moment Piala Dunia 2022 untuk melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait. Erick Thohir juga mulai membangun persepsi bahwa Piala Dunia U20 Indonesia bukan ajang recehan dan ia berkomitmen akan menggelar event ini melebihi kemeriahan Piala Dunia di Qatar.
Selain mempersiapkan Piala Dunia U20, saat di Qatar Erick Thohir juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Qatar, HE Ali bin Ahmed Al Kuwari membahas berbagai upaya peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara. Ia juga bertemu dengan Chief Investment Officer, dari Qatar Investment Authority untuk Asia, Sheikh Faisal Thani Al-Thani. Keduanya mendiskusikan beragam potensi kerja sama di bidang investasi, pendidikan, dan olahraga antara Indonesia dan Qatar.
Hal lain yang dilakukan Erick Thohir sepanjang 2022 adalah saat ia menjadi Ketua Panitia pernikahan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Erick Thohir berhasil menjadikan pesta pernikahan menjadi pesta rakyat dan festival budaya. Ia menggandeng para pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk terlibat, serta berhasil menghidupkan kembali tradisi dan ritual leluhur yang telah lama tidak terlihat di masyarakat.
Dan di penghujung 2022 Erick Thohir pun resmi menutup Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) yang telah menjadi saksi biru perjuangan gotong toyong bangsa Indonesia melawan pandemi Covid-19. Rumah sakit ini menjadi bukti nyata hasil kerja kolaborasi BUMN, tenaga kesehatan, TNI dan Polri, pemerintah serta masyarakat dalam menjadikan wisma atlet sebagai tempat isolasi yang representatif.
Tulisan di atas hanyalah potret sekilas dari begitu banyak potret lain Erick Thohir di 2022. Dan ini bukan lah pesan perayaan kesuksesan, melainkan pesan untuk menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di 2023 untuk republik ini, untuk mewujudkan Indonesia Maju.














