• Latest
  • Trending
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Dorong Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

IRT Pinjam Rp5 Juta Bayar Rp200 Juta

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Kawasan  Candi Borobudur Jadi Percontohan BLK Komunitas

Stupa Candi Borobudur Masih Dipugar

Kereta Api Ganti Logo dan Visi

Ketua Serikat Pekerja Jadi Komisaris KAI

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

Gibran Di-bully di Medsos,  Jangan Apatis

MDIS Tegaskan Gibran Mahasiswa Penuh Waktu, Tempuh Pendidikan hingga S1

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Naik Lagi Setelah Sempat Melemah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Prabowo Dorong Swasta Kelola Aset BUMN yang Tak Produktif

by Muhammad Fadhil
Agustus 14, 2026
in BERITA TERBARU, BUMN, NEWS
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok YouTube Setpres

ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta aset-aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum dimanfaatkan secara optimal dibuka untuk dikelola pihak swasta. Langkah ini dinilai dapat mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus melakukan optimalisasi BUMN. Salah satunya dengan memangkas jumlah BUMN yang dinilai tidak produktif.

BacaJuga

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

“Sebagaimana saya laporkan ke Majelis ini tadi pagi, kita telah tutup 290 BUMN yang tidak produktif. Kita akan teruskan upaya optimalisasi BUMN hingga kita akan punya di akhir tahun ini maksimal hanya 300 BUMN yang produktif,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, optimalisasi tidak hanya dilakukan dengan mengurangi jumlah BUMN. Pemerintah juga akan mendorong pemanfaatan aset milik BUMN yang selama ini belum menghasilkan nilai tambah.

Aset tersebut antara lain berupa tanah, gedung, jaringan, kawasan hingga berbagai fasilitas yang belum dikelola secara maksimal.

Prabowo menilai aset-aset tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi yang lebih produktif. Apalagi, banyak masyarakat dan pelaku usaha yang dinilai memiliki kemampuan untuk mengembangkan aset tersebut sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Karena itu, pemerintah akan memberikan ruang lebih besar bagi swasta untuk ikut mengelola aset BUMN yang belum produktif. Namun, proses kerja sama tersebut harus dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan akuntabel.

“Kita akan membuka supaya aset-aset yang tidak produktif dikerjakan oleh BUMN bisa dikerjakan oleh pihak swasta di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, skema tersebut tidak berarti negara kehilangan kepemilikan atas aset strategis. Pemerintah tetap mempertahankan kepemilikan, sementara pihak swasta diberikan kesempatan untuk mengoperasikan dan mengembangkan aset secara lebih efisien.

Dia kemudian mencontohkan kebijakan India melalui program *National Monetisation Pipeline*. Melalui skema tersebut, pihak swasta diberikan ruang untuk mengoperasikan aset publik yang telah tersedia, sedangkan kepemilikannya tetap berada di tangan negara.

“Swasta diberi ruang mengoperasikan aset publik yang telah terbangun. Kepemilikan tetap berada pada negara, modal yang diperoleh diputar kembali untuk membangun infrastruktur baru,” jelasnya.

Prabowo juga mencontohkan pemanfaatan fasilitas bandara yang selama ini belum beroperasi secara maksimal. Menurutnya, pengelolaan oleh swasta dapat menjadi pilihan apabila mampu meningkatkan efisiensi dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Airport yang kurang maksimal dioperasikan kita bisa membuka peluang untuk swasta mengoperasikan itu. Tentunya kepemilikan tetap oleh negara tapi kalau mereka bisa menjalankan dengan lebih efisien, lebih kreatif, lebih inovatif, menghasilkan manfaat, kenapa tidak?” tuturnya.

Dia menilai integrasi antara bandara, maskapai penerbangan, dan sektor perhotelan juga dapat menciptakan nilai tambah. Jika dikelola secara terintegrasi, aset-aset tersebut dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan sekaligus menggerakkan perekonomian.

“Sebagai contoh sekarang ada integrasi antara penerbangan-penerbangan, perusahaan penerbangan, hotel, dan bandara. Kalau ini dioperasikan secara integratif, ini punya nilai tambah, potensial bisa menambah income bagi kita,” tandas Prabowo. []

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Minta Gontor Tetap Netral: Jangan Ikut Politik Praktis

Prabowo Minta Gontor Tetap Netral: Jangan Ikut Politik Praktis

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pondok Pesantren Darussalam Gontor tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Menurutnya, Gontor harus...

Prabowo Sebut Penghasilan Danantara Naik 400% dalam 1,5 Tahun

Prabowo Sebut Penghasilan Danantara Naik 400% dalam 1,5 Tahun

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagara Nusantara atau Danantara mencatat lonjakan penghasilan hingga...

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT PAN di JCC

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak HUT PAN di JCC

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In