ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, segera menindaklanjuti rencana kerja sama dengan Saudia Airlines. Instruksi ini berkaitan dengan upaya meningkatkan efisiensi penerbangan haji.
Perintah itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). Ia menyoroti masih belum optimalnya operasional penerbangan haji, khususnya terkait kursi kosong saat penerbangan pulang.
“Di sini ada Dirut Garuda?,” kata Prabowo. Pertanyaan itu langsung dijawab Glenny dari lokasi rapat.
Prabowo menegaskan dirinya sudah sejak dua bulan lalu meminta Garuda menjalin kerja sama atau kongsi dengan Saudi Air melalui skema joint venture. Menurutnya, kondisi saat ini merugikan kedua maskapai karena hanya penuh di satu arah penerbangan.
“Saya telah instruksikan untuk dekati Saudi Air, supaya Garuda dan Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air bikin joint venture, selama ini Garuda bawa haji ke tanah suci kembalinya kosong, ini kan tidak ekonomis dan masuk akal. Arab Saudi juga demikian, antar haji pulang ke Indonesia kembalinya kosong,” tegasnya.
Ia menjelaskan, solusi yang diusulkan adalah pembentukan anak usaha dengan komposisi kepemilikan seimbang antara Indonesia dan Arab Saudi. Dengan skema ini, pesawat diharapkan terisi penuh baik saat berangkat maupun kembali.
“Kenapa nggak kerja sama aja? Bikin anak perusahaan 50% Saudi, 50% Indonesia, jadi kita pesawat terbang ini ke Arab penuh, ke Indonesia penuh, harga bisa turun lagi. Waktu bisa lebih singkat lagi,” ujarnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan realisasi rencana tersebut. Ia bahkan mempertanyakan progres dari instruksi yang telah diberikan sebelumnya.
“Ini supaya segera dikerjakan. Sudah dikerjakan belum? Saya perintahkan 2 bulan lalu. Pemerintah ini harus kerja cepat,” katanya.
Selain itu, Prabowo meminta Glenny untuk segera melapor langsung kepadanya terkait perkembangan kerja sama tersebut.
“Nanti Dirut Garuda menghadap saya,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh persetujuan prinsip dari pihak Arab Saudi untuk penggunaan terminal khusus bagi jemaah haji Indonesia.
“Saya sudah ajukan dan secara prinsip disetujui saya minta izin ke Kerajaan Arab Saudi agar Indonesia dapat terminal khusus haji, jadi nanti terminal itu khusus untuk haji kita agar lebih cepat masuk dan keluar,” pungkasnya. []























