• Latest
  • Trending
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

IRT Pinjam Rp5 Juta Bayar Rp200 Juta

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Kawasan  Candi Borobudur Jadi Percontohan BLK Komunitas

Stupa Candi Borobudur Masih Dipugar

Kereta Api Ganti Logo dan Visi

Ketua Serikat Pekerja Jadi Komisaris KAI

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

Gibran Di-bully di Medsos,  Jangan Apatis

MDIS Tegaskan Gibran Mahasiswa Penuh Waktu, Tempuh Pendidikan hingga S1

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Naik Lagi Setelah Sempat Melemah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

by Muhammad Fadhil
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

Ilustrasi | Net

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, akan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja. Langkah tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bisnis, kemampuan keuangan, hingga kebutuhan operasional perusahaan.

“Penyesuaian ini bertujuan untuk menyelaraskan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan operasional aktual, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kegiatan usaha secara efektif dan memiliki kesempatan untuk kembali pulih di masa depan,” ujar manajemen PT GNI dalam keterangan di situs resmi perusahaan, Kamis (13/8/2026).

BacaJuga

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Manajemen menjelaskan, kondisi keuangan perusahaan saat ini menjadi salah satu faktor utama dilakukannya penyesuaian tenaga kerja. PT GNI tengah menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sehingga ruang keuangan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional menjadi terbatas.

Di sisi lain, kegiatan produksi perusahaan juga mengalami penurunan. Dari tiga smelter yang dimiliki, saat ini hanya satu smelter yang masih beroperasi. Perusahaan juga mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menjadi pendukung smelter tersebut.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan penghematan untuk menekan beban operasional. Terlebih, PT GNI mengakui masih mengalami kerugian sehingga efisiensi dinilai diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Salah satu komponen biaya terbesar yang perlu disesuaikan adalah biaya tenaga kerja. Dengan aktivitas operasional yang kini jauh lebih terbatas, jumlah karyawan dinilai perlu diselaraskan dengan kebutuhan aktual perusahaan.

Sebelum memutuskan melakukan penyesuaian tenaga kerja, manajemen mengklaim telah menempuh sejumlah langkah efisiensi. Di antaranya mengurangi biaya operasional di berbagai sektor, menunda perekrutan karyawan baru, mengurangi lembur, menyesuaikan jam kerja, hingga melakukan mutasi karyawan.

“Perusahaan telah melakukan berbagai upaya efisiensi di berbagai aspek operasional perusahaan sebelum mengambil langkah penyesuaian tenaga kerja,” kata manajemen.

Saat ini, PT GNI memiliki sekitar 6.300 karyawan. Dengan hanya satu smelter dan PLTU pendukung yang beroperasi, perusahaan menilai jumlah tenaga kerja harus disesuaikan agar sejalan dengan kapasitas operasional yang tersedia.

Penyesuaian tenaga kerja tersebut akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan operasional, proses tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya efisiensi dilakukan. Perusahaan juga menyadari kebijakan tersebut dapat memberikan dampak kepada karyawan, keluarga pekerja, masyarakat sekitar, maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Perusahaan memahami bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja memiliki dampak terhadap karyawan dan keluarganya, masyarakat sekitar serta semua pemangku kepentingan,” jelas manajemen.

PT GNI memastikan proses penyesuaian tenaga kerja akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan juga menyatakan penyelesaian hak-hak karyawan yang terdampak akan mengacu pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, PT GNI berharap dapat mempertahankan kegiatan usaha yang masih berjalan sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan pemulihan dan kembali meningkatkan operasional di masa mendatang. []

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

ASPEK.ID, JAKART — Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus berpacu mencatatkan pertumbuhan laba alias hingga Agustus 2026. Kelompok bank ini...

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke Jakarta untuk menyaksikan langsung pertandingan final FIFA ASEAN Cup...

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Susila Brata....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In