• Latest
  • Trending
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

5 Agenda RUPSLB BRI, Kamis 21 Januari

BRI Salurkan KUR Rp103 T ke 2 Juta Debitur

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

Rosan Ungkap 10 Perusahaan RI Siap Garap Motor Listrik Nasional

Garuda Maskapai Penerbangan Dengan Prokes Terbaik Dunia

Direktur Niaga Garuda Dicopot, Komisaris Siapkan Pelaksana Tugas

Persis Solo Datangkan Mantan Striker Timnas Indonesia

Persis Solo Datangkan Mantan Striker Timnas Indonesia

Jokowi Kirim Calon Tunggal Kapolri ke DPR

Prabowo Puji Dua Jenderal karena Prestasi dan Pengabdian

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Bos Danantara Bakal Bebaskan DP Beli Motor Listrik

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Bagi BLT hingga Rp 8,3 Juta untuk 2,4 Juta Warga, Cair September

Gading Gajah yang Hilang di Aceh Tenggara Masih Jadi Misteri

Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

Oditur Ungkap Motif dan Cara 4 TNI Siram Andrie Yunus

Empat Prajurit BAIS TNI Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PT GNI di Morowali PHK 1.900 Karyawan, Ini Alasan Perusahaan

by Muhammad Fadhil
Agustus 13, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Unilever akan PHK 3.200 Karyawan

Ilustrasi | Net

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang beroperasi di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, akan melakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja. Langkah tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bisnis, kemampuan keuangan, hingga kebutuhan operasional perusahaan.

“Penyesuaian ini bertujuan untuk menyelaraskan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan operasional aktual, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kegiatan usaha secara efektif dan memiliki kesempatan untuk kembali pulih di masa depan,” ujar manajemen PT GNI dalam keterangan di situs resmi perusahaan, Kamis (13/8/2026).

BacaJuga

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

BRI Salurkan KUR Rp103 T ke 2 Juta Debitur

Rosan Ungkap 10 Perusahaan RI Siap Garap Motor Listrik Nasional

Direktur Niaga Garuda Dicopot, Komisaris Siapkan Pelaksana Tugas

Persis Solo Datangkan Mantan Striker Timnas Indonesia

Manajemen menjelaskan, kondisi keuangan perusahaan saat ini menjadi salah satu faktor utama dilakukannya penyesuaian tenaga kerja. PT GNI tengah menghadapi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sehingga ruang keuangan perusahaan untuk membiayai kegiatan operasional menjadi terbatas.

Di sisi lain, kegiatan produksi perusahaan juga mengalami penurunan. Dari tiga smelter yang dimiliki, saat ini hanya satu smelter yang masih beroperasi. Perusahaan juga mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menjadi pendukung smelter tersebut.

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus melakukan penghematan untuk menekan beban operasional. Terlebih, PT GNI mengakui masih mengalami kerugian sehingga efisiensi dinilai diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Salah satu komponen biaya terbesar yang perlu disesuaikan adalah biaya tenaga kerja. Dengan aktivitas operasional yang kini jauh lebih terbatas, jumlah karyawan dinilai perlu diselaraskan dengan kebutuhan aktual perusahaan.

Sebelum memutuskan melakukan penyesuaian tenaga kerja, manajemen mengklaim telah menempuh sejumlah langkah efisiensi. Di antaranya mengurangi biaya operasional di berbagai sektor, menunda perekrutan karyawan baru, mengurangi lembur, menyesuaikan jam kerja, hingga melakukan mutasi karyawan.

“Perusahaan telah melakukan berbagai upaya efisiensi di berbagai aspek operasional perusahaan sebelum mengambil langkah penyesuaian tenaga kerja,” kata manajemen.

Saat ini, PT GNI memiliki sekitar 6.300 karyawan. Dengan hanya satu smelter dan PLTU pendukung yang beroperasi, perusahaan menilai jumlah tenaga kerja harus disesuaikan agar sejalan dengan kapasitas operasional yang tersedia.

Penyesuaian tenaga kerja tersebut akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan hasil evaluasi dan kebutuhan operasional, proses tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 1.900 karyawan.

Manajemen PT GNI menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya efisiensi dilakukan. Perusahaan juga menyadari kebijakan tersebut dapat memberikan dampak kepada karyawan, keluarga pekerja, masyarakat sekitar, maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Perusahaan memahami bahwa setiap keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja memiliki dampak terhadap karyawan dan keluarganya, masyarakat sekitar serta semua pemangku kepentingan,” jelas manajemen.

PT GNI memastikan proses penyesuaian tenaga kerja akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Perusahaan juga menyatakan penyelesaian hak-hak karyawan yang terdampak akan mengacu pada aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, PT GNI berharap dapat mempertahankan kegiatan usaha yang masih berjalan sekaligus membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan pemulihan dan kembali meningkatkan operasional di masa mendatang. []

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa anggota DPRD DKI Jakarta, Bebizie Sri Mulyati, sebagai saksi dalam penyidikan kasus...

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani memperkirakan pasar motor listrik Indonesia memiliki potensi...

5 Agenda RUPSLB BRI, Kamis 21 Januari

BRI Salurkan KUR Rp103 T ke 2 Juta Debitur

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun hingga akhir...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In