• Latest
  • Trending

PT Krakatau Steel Produksi Baja dari Blast Furnace

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Rupiah Perkasa Pagi Ini, Dolar AS Sempat Turun ke Rp 17.707

71 Orang Diciduk Saat Penggerebekan Kasino Sukoharjo, Bareskrim Kejar Aktor Utama

71 Orang Diciduk Saat Penggerebekan Kasino Sukoharjo, Bareskrim Kejar Aktor Utama

Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Melorot, Cek Rincian Lengkapnya

Indonesia Beli 12 Jet Tempur dari Italia

Pesawat Tempur Bolak-balik di Langit Jakarta Bikin Geger Warga, Ini Penjelasan TNI

Febrie Diduga Terima Rp40 M Terkait Korupsi ASABRI dan Jiwasraya

Febrie Diduga Terima Rp40 M Terkait Korupsi ASABRI dan Jiwasraya

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

Jasa Marga Tutup Sementara Gerbang Tol dalam Kota

Komdigi Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi yang Berkaitan dengan Kampanye LGBT+

Komdigi: Live Streaming Demo DPR Cari Viral dan Monetisasi

PT Industri Nuklir Indonesia Buka Lowongan Kerja

Thailand Akan Bangun Energi Listrik Tenaga Nuklir

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

Danantara Dukung KPR Rp 50 T pada 2026

Prabowo Tugaskan Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Prabowo Tugaskan Tito Jenguk Wali Nanggroe di Penang

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: 111 Meninggal, Pengungsi Turun Jadi 176.621 Orang

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 28, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

PT Krakatau Steel Produksi Baja dari Blast Furnace

by Zamzami Ali
September 3, 2019
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mulai melakukan produksi perdana baja gulungan canai panas atau hot rolled coil (HRC) dari hasil produk pabrik peleburan baja terbaru, Blast Furnace.

Spesifikasi produksi baja perdana itu berupa lima buah baja yang di-rolling di HSM dengan ketebalan 4mm dan lebar 1.200mm serta panjang 11.600 mm dengan berat 22,9 ton untuk masing-masing HRC.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangannya, Selasa (3/9/2019) mengatakan, hasil produk dari Blast Furnace yang berupa hot metal atau baja cair sebelumnya dibawa ke pabrik slab baja (Slab Steel Plant) milik perseroan untuk dilakukan pencetakan (casting) menjadi slab baja.

BacaJuga

Danantara Dukung KPR Rp 50 T pada 2026

Pertamina Salurkan Makanan dan Obat ke Pelosok NTT

Garuda Terapkan Sistem Bagasi Berbasis Koli, Berat Koper tak Bisa Lagi Diakumulasi

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

PTPP Garap Revitalisasi Terminal 1A Bandara Soetta Senilai Rp1,19 Triliun

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Pabrik slab baja ini dikatakan Silmy Karim juga berperan untuk mengatur komposisi kimia dari suatu produk baja sehingga memenuhi kualifikasi untuk penggunaan baja tertentu yang diinginkan. HRC yang diproduksi di fasilitas Hot Strip Mill (HSM) diklaim memiliki kualitas free good atau prime, sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial.

“Dengan menggunakan input-an baja cair dari Blast Furnace, kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30%,”kata Silmy Karim.

Dijelaskan Silmy, penurunan konsumsi listrik terjadi karena pabrik slab baja menerima material sudah dalam bentuk baja cair panas, sehingga peleburan baja menjadi lebih sedikit. Energi untuk pemanasan hanya digunakan untuk mempersiapkan tungku yang sudah diisi besi sponge dan scrap (besi tua) untuk menerima baja cair panas dari blast furnace.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Silmy Karim. (Antara Foto)

Silmy menambahkan, saat ini perseroan sedang melakukan evaluasi untuk menguji kehandalan dan efisiensi pengoperasian Blast Furnace. Dan dalam setiap penugasan, Silmy juga selalu mendorong penyelesaian masalah-masalah yang ada, terutama masalah yang telah lama berlarut-larut terjadi.

“Manajemen Krakatau Steel saat ini berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek dan permasalahan perseroan yang saat ini dihadapi dan penyelesaian proyek Blast Furnace ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan manajemen saat ini guna menyelesaikan proyek yang seharusnya sudah selesai,” ujar Silmy.

Produksi baja slab dan HRC yang bersumber dari Blast Furnace akan mendorong perseroan untuk menghasilkan produk high value added yang dimulai dari produksi di area hulu (Blast Furnace dan SSP). Hal ini juga ikut berdampak pada peningkatan daya saing Perseroan.

“Harapannya, produk baja kualitas perseroan dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri,” pungkas Silmy Karim.

Sekadar diketahui PT Krakatau Steel adalah salah satu Badan Usaha milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor produksi baja dan berdiri secara resmi pada tahun 1970.  Pada 10 November 2010, Krakatau Steel berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Laporan keuangan pada 2018 dilansir dari Katadata, Krakatau Steel tercatat memiliki liabilitas sebesar US$ 2,49 miliar atau sekitar Rp 35,1 triliun, naik 10,17% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 2,26 miliar. Penyebab utamanya, kenaikan liabilitas jangka pendek. Liabilitas jangka pendek Krakatau Steel tercatat sebesar US$ 1,59 miliar, naik 16,91% dari tahun sebelumnya US$ 1,36 miliar.

Sedangkan liabilitas jangka panjang US$ 899,4 juta, lebih rendah 0,02% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 899,6 juta. Krakatau Steel rugi bersih sebesar US$ 74,82 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun pada 2018. Jumlah kerugian tersebut turun 8,47% dari tahun sebelumnya US$ 81,74 juta. Perbaikan ditopang oleh meningkatnya volume penjualan dan harga jual baja.

Komentar
Share68Tweet43SendShareShare12Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Krakatau Steel Purwono Widodo Wafat

Dirut Krakatau Steel Purwono Widodo Wafat

Jakarta -  Dirut  PT Krakatau Steel Purwono Widodo meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta pada hari ini, Rabu (2/10/2024). Kabar...

Kurangi Rugi, Krakatau Steel  Bidik Bisnis di IKN

PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) akan menerapkan sejumlah strategi untuk melakukan penyehatan keuangan pada 2024, salah satunya membidik potensi proyek...

Krakatau Steel IPO Anak Perusahaan

Krakatau Steel IPO Anak Perusahaan

Emiten BUMN, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mematangkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) anak usahanya,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In