ASPEK.ID, JAKARTA – Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah penataan ulang sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebanyak 213 pegawai Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) direncanakan akan dialihkan ke Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas ketimpangan kebutuhan pegawai antarunit. DJP dinilai masih kekurangan tenaga, sementara DJA justru mengalami kelebihan personel.
Alih-alih membuka rekrutmen baru yang berpotensi menambah beban belanja negara, Purbaya memilih memaksimalkan sumber daya yang sudah tersedia di internal kementerian.
“Kan DJP kurang pegawai, sementara Dirjen Anggaran kelebihan. Daripada saya rekrut orang baru,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Ia menyebut, jumlah pegawai yang akan dipindahkan berada di kisaran 213 orang. Langkah ini dinilai dapat memperkuat DJP tanpa harus memperbesar anggaran pegawai secara signifikan.
“Saya pindahkan sebagian, mungkin 213 orang ke DJP,” kata Purbaya.
Menurutnya, proses adaptasi tidak akan menjadi kendala besar. Pegawai Kementerian Keuangan dinilai memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang cukup untuk beralih ke bidang perpajakan.
“Mereka bisa dilatih. Mereka semuanya orang terdidik kan. Rata-rata S1 dan STAN. Dan sudah terlatih kan selama ini. Jadi kalau pindah ke sana penyesuaian dirinya juga tidak terlalu banyak,” ujarnya.
Bahkan, ia memperkirakan masa pelatihan yang dibutuhkan relatif singkat.
“Mereka sudah terlatih. Dilatih pajak seminggu dua minggu juga saya kira cukup,” kata Purbaya.
Meski demikian, rencana ini tidak sepenuhnya mendapat dukungan internal. Sejumlah pihak di DJP disebut masih lebih menginginkan rekrutmen pegawai baru dibandingkan menerima mutasi dari unit lain.
“Ada semacam keengganan katanya, mungkin mereka maunya rekrut baru. Tetapi saya pikir demi efisiensi,” ujar Purbaya.
Ia menegaskan, langkah redistribusi pegawai jauh lebih rasional dibandingkan mempertahankan kelebihan tenaga di satu unit sembari membuka rekrutmen di unit lain.
“Ngapain saya tinggalkan sekian ratus orang di perbendaharaan, terus saya rekrut baru. Kan itu pemborosan. Jadi saya akan buat sesuai efisiensi mungkin,” tutur Purbaya. []
























