ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi XI DPR RI menetapkan lima nama calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031 setelah menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Salah satu nama yang terpilih adalah pejabat Kementerian Keuangan, Adi Budiarso.
Adi Budiarso akan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK. Dalam posisi tersebut, ia menggantikan Hasan Fawzi yang kini dipercaya memimpin pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon.
Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, Kamis (12/3) saat ini Adi menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Karier Adi di Kementerian Keuangan terbilang panjang. Ia memulai pengabdian sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan pada 1990.
Dalam perjalanan kariernya, Adi pernah bertugas di Badan Kebijakan Fiskal serta dipercaya memimpin Central Transformation Office (CTO) di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada periode 2014–2018.
Ia juga pernah berperan sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional Annual Meetings IMF–World Bank Group 2018 yang diselenggarakan di Bali.
Selain itu, Adi pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral serta Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal.
Pada 13 Juni 2025, Adi resmi dilantik sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.
Latar Belakang Pendidikan
Adi Budiarso lahir di Salatiga pada 1970. Pendidikan tingginya dimulai dari Diploma IV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang diselesaikan pada 1997.
Ia kemudian melanjutkan studi ke luar negeri dan meraih gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada 2001.
Tak berhenti di sana, Adi kembali menempuh pendidikan doktoral dan memperoleh gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada 2014.
Dengan latar belakang akademik dan pengalaman panjang di sektor keuangan negara, Adi kini akan mengemban peran strategis di OJK dalam mengawasi perkembangan inovasi teknologi keuangan, aset digital, dan aset kripto yang semakin berkembang di Indonesia. []























