ASPEK.ID, JAKARTA – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan Gatut diamankan pada Jumat (10/4) malam dan langsung diterbangkan ke Jakarta pada Sabtu pagi.
“Pagi ini (Sabtu), tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi, Sabtu (11/4).
Gatut Sunu Wibowo diketahui baru menjabat sebagai Bupati Tulungagung untuk periode 2025-2030. Ia memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya Ahmad Baharudin.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan tersebut meraih 50,72 persen suara dalam kontestasi Pilkada Tulungagung 2024.
Sebelum menjadi bupati, Gatut lebih dulu menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2019-2023. Namanya mulai dikenal luas di tingkat lokal sejak saat itu.
Perjalanan politik Gatut juga sempat menjadi sorotan. Ia diketahui pernah menjadi kader PDIP sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra menjelang Pilkada 2024.
Di luar dunia politik, Gatut memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia pernah menjalankan usaha toko bangunan sebelum terjun ke pemerintahan.
Dari sisi pendidikan, Gatut menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Tulungagung. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Merdeka Malang serta Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Dalam laporan LHKPN, Gatut tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp20,33 miliar per 31 Desember 2025. Nilai itu meningkat dibandingkan laporan sebelumnya pada September 2024 yang tercatat sebesar Rp18,07 miliar.
Kini, nama Gatut kembali menjadi perhatian publik usai terjaring OTT KPK dan tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Jakarta. []























