ASPEK.ID, JAKARTA – Proses seleksi calon anggota Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki pekan terakhir masa pendaftaran. Namun hingga kini, sejumlah nama yang sebelumnya ramai diperbincangkan belum tampak dalam daftar peserta.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi (Kiki) belum tercatat mendaftar. Begitu pula anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang sebelumnya disebut-sebut berpotensi ikut dalam kontestasi.
Menteri Keuangan sekaligus Ketua Panitia Seleksi, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi belum melihat pendaftaran dari nama-nama tersebut.
“Bu Kiki aja belum kelihatan kemarin. Saya belum lihat,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (24/2).
Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada anggota DPR yang mendaftarkan diri dalam seleksi calon pengganti anggota DK OJK.
“DPR belum kelihatan sekarang,” katanya.
Sebagai ketua pansel, Purbaya mengakui sudah mencermati sejumlah nama yang dinilai memiliki kapasitas mumpuni. Meski demikian, jumlahnya belum banyak, termasuk dari kalangan tokoh publik.
“Ada beberapa (kandidat yang bagus), tetapi masih kurang banyak menurut saya,” ujarnya.
Para pendaftar disebut berasal dari beragam latar belakang, baik internal OJK maupun pelaku sektor jasa keuangan. Namun, Purbaya belum merinci siapa saja yang telah resmi mengikuti proses seleksi.
Ia juga memastikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak termasuk kandidat karena merupakan bagian dari panitia seleksi.
Seleksi ini dibuka sejak 11 Februari 2026 dan akan ditutup pada 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Proses penjaringan dilakukan secara daring melalui laman resmi Kementerian Keuangan.
Sejumlah jabatan strategis yang diperebutkan antara lain:
- Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap anggota
- Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK merangkap anggota
- Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK merangkap anggota
Proses ini menjadi sorotan publik karena Dewan Komisioner OJK memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, pengawasan industri jasa keuangan, hingga merespons dinamika pasar global.
Dengan waktu pendaftaran yang tersisa beberapa hari, publik kini menunggu apakah nama-nama besar akan ikut meramaikan bursa calon pimpinan otoritas keuangan tersebut — atau justru kontestasi berjalan tanpa figur-figur yang sebelumnya digadang-gadang. []
























