Ketua DPP NasDem Sugeng Suparwoto mengungkap masalah keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Ketua Umum NasDem Surya Paloh dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Sugeng menyampaikan komitmen Anies Baswedan bila menjadi presiden terkait nasib pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Bila menjadi presiden, Anies akan patuh terhadap pembangunan IKN lantaran sudah menjadi undang-undang.
“Tapi kalau tanya, ‘Ke mana Pak Anies, melanjutkan atau tidak?’ Loh sesuatu yang sudah jadi UU, bagaimana? Kita harus menghormati tata kelola pemerintahan, tata kelola bernegara. UU harus dilaksanakan oleh siapapun,” ujar Sugeng, dikutip Sabtu (6/5).
Sugeng menuturkan, bukan berarti Anies yang dianggap antitesa tidak bakal melanjutkan pembangunan IKN.
“Kan IKN sudah jadi UU, ini bukan persoalan negasi dalam politik ya, seolah-olah kalau Pak Anies itu adalah antitesa,” ujarnya.
“Tapi apa yang disebut Pak Anies sebetulnya itu adalah sintesa kalau kita lihat. Dari kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya,” tegasnya.
Semangat perubahan yang dibawa Anies juga bukan berarti mengubah keseluruhan. Tetapi juga membawa keberlanjutan pembangunan presiden sebelumnya.
“Perubahan dan juga, change dan continuity. Di mana ada continuity kalau enggak ada change? Kan begitu, karena perubahan itu sendiri sunatullah kalau istilah agama,” pungkas Sugeng.















