ASPEK.ID, JAKARTA – Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Andi Taufan Garuda Putra mengundurkan diri pada Jum’at (20/4/2020).
Langkah ini diambil Andi setelah sebelumnya Stafsus milenial lain, Adamas Belva Devara yang juga mengundurkan diri pada Selaa (21/4) lalu.
“Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil,” ujar Andi Taufan kepada wartawan, Jum’at (24/4).
Sementara itu Presiden Joko Widodo telah menerima dan menyetujui pengunduran diri Andi Taufan Garuda Putra dari posisinya sebagai Staf Khusus (Stafsus) Presiden.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung membenarkan bahwa Andi Taufan Garuda telah mengajukan pengunduran diri dari posisinya sebagai Staf Khusus Presiden kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Memang benar saudara Andi Taufan telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden pada tanggal 17 April 2020,” kata Pramono.
Pramono menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah menerima dan menyetujui pengunduran diri Andi Taufan yang lahir pada 24 Januari 1987 itu.
“Presiden sudah menerima dan menyetujui pengunduran diri Sdr Andi Taufan dan memahami alasan yang mendasari dan disampaikan oleh yang bersangkutan,” kata Pramono
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya mengumumkan sebanyak 7 nama yang diangkat menjadi Staf Khusus Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11/2019) sore.
Tujuh nama Staf Khusus baru tersebut adalah anak-anak muda atau yang sering disebut dengan istilah generasi milenial.
Berikut nama-namanya:
1.Adamas Belva Syah Devara – Founder dan CEO Ruang Guru.
2.Putri Tanjung – Founder dan CEO Creativepreneur.
3.Andi Taufan Garuda – Founder dan CEO Amartha.
4.Ayu Kartika Dewi – Pendiri Gerakan Sabang-Merauke.
5.Angkie Yudistia – Pendiri Thisable Enterprise.
6.Billy Mambrasar – Pendiri Yayasan Kitong Bisa, Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.
7.Aminuddin Maruf – Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PMII).




















