• Latest
  • Trending
Sukanto Tanoto, Taipan Indonesia yang Beli Istana Raja Jerman

Sukanto Tanoto, Taipan Indonesia yang Beli Istana Raja Jerman

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Penutupan Soetta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

PM Malaysia Anwar Ibrahim HP Jokowi, Ini yang Dibicarakan

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dampak Abu Anak Krakatau, Jemaah Umrah Tertunda ke Baitullah

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga 17.30 WIB

Sekolah Belajar Tatap Muka dengan Kapasitas 100% Dimulai Hari Ini

Gubernur Jakarta Pramono Minta Warga Terapkan 5M Hadapi Abu Vulkanik

Jokowi Kenang Rachmat Gobel Sosok Menteri yang Baik dan Pekerja Keras

Di Penang, Jokowi Ingatkan Pemimpin untuk Memahami Rakyat

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 13.30 WIB

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

InJourney Siapkan Hotel dan Bus untuk Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan Abu Vulkanik

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

PM Timor Leste Xanana Terima Gelar Doktor HC

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Bandara Soetta Ditutup Hingga 09.30 WIB

Survei Median: Sekolah Rakyat Dapat Respons Positif Publik

Survei Median: Sekolah Rakyat Dapat Respons Positif Publik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sukanto Tanoto, Taipan Indonesia yang Beli Istana Raja Jerman

by Zamzami Ali
Februari 15, 2021
in BERITA UTAMA, FIGUR, TERPOPULER
Sukanto Tanoto, Taipan Indonesia yang Beli Istana Raja Jerman

Sukanto Tanoto. [Foto: sukantotanoto.com]

ASPEK.ID, JAKARTA – Pemberitaan dalam beberapa hari terakhir ini diramaikan dengan kabar yang datang dari salah seorang pengusaha asal Indonesia, Sukanto Tanoto.

Dia dikabarkan membeli gedung Ludwigstrasse 21 atau bekas istana Raja Ludwig di Munchen, Jerman dengan nomintal yang fantastis, mencapai 350 juta euro atau hampir Rp6 triliun.

Salah satu proyek Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), platform jurnalisme investigatif untuk menguak kasus kejahatan terorganisir dan korupsi dalam skala besar, OpenLux mengungkap fakta tersebut.

BacaJuga

BTN Rombak 5 Direktur, Ini Susunan Pengurus Terbarunya

Media Rusia Papar Agenda Prabowo di Vladivostok

Gunung Sinabung Erupsi, 2.451 Warga Karo Dievakuasi dari Dua Desa

Profil Gus Kikin, Cicit Hasyim Asy’ari yang Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031

Prabowo Jadi Tamu Asing Utama Eastern Economic Forum 2026 di Rusia

Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Dalam laporan OpenLux disebutkan, Tanoto bersama anaknya Andre Tanoto membeli bekas istana Raja Ludwig pada Juli 2019, beberapa bulan setelah Komisi Eropa menghentikan penggunaan minyak sawit dalam biofuel di Uni Eropa (UE).

Uni Eropa beralasan penggunaan minyak sawit berakibat pada aktivitas penebangan hutan atau deforestasi yang berlebihan di berbagai tempat. Salah satunya, Indonesia.

“Saya mengkhawatirkan bahwa seorang taipan sumber daya alam Indonesia ternyata dapat menginvestasikan ratusan juta euro di real estate Eropa melalui yuridikasi kerahasiaan, tanpa ada yang benar-benar tahu soal itu,” kata Peneliti di Auriga Nusantara Foundation, dikutip dari laman resmioccrp.org via CNN, Senin (15/2).

Lantas, siapa sosok Sukanto Tanoto sebenarnya? Berikut ini Aspek.id tampilkan profil singkatnya, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.

Sukanto Tanoto lahir pada 25 Desember 1949 di Belawan, Medan, Provinsi Sumatera Utara. Ayahnya adalah seorang imigran dari kota Putian, provinsi Fujian, daratan Tiongkok. Pada tahun 1966, Sukanto Tanoto terpaksa berhenti sekolah setelah sekolah Tiongkok pada waktu itu ditutup.

Sukanto Tanoto merupakan pengusaha otodidak dan tidak menyelesaikan pendidikan formal di bangku sekolah.

Dia belajar bahasa Inggris kata demi kata menggunakan kamus bahasa Tiongkok – Inggris dan akhirnya mampu mengikuti sekolah bisnis di Jakarta pada pertengahan tahun 1970 dan melanjutkan belajar di INSEAD di Fontainebleau, Prancis.

Dia tidak dapat meneruskan sekolah ke sekolah nasional juga diakibatkan ayahnya yang masih berkewarganegaraan Tiongkok. Setelah sang ayah meninggal, dia harus menjalankan bisnis keluarga.

Bisnis yang dibangun Sukanto Tanoto, berawal dari sebuah toko sederhana milik keluarga. Bermula dari sebuah rumah toko dua lantai yang kecil, yang dimanfaatkan keluarga untuk berdagang sekaligus tempat tinggal.

“Saya akhirnya tinggal di lantai atas di rumah toko tempat usaha keluarga,” kenang Sukanto Tanoto.

Secara bertahap Sukanto Tanoto mengembangkan bisnisnya mulai dari perdagangan umum hingga memenangkan kontrak-kontrak bisnis pembangunan jaringan pipa gas internasional.

Pada saat terjadi krisis minyak pada tahun 1972 yang menyebabkan harga minyak dunia melambung, Sukanto Tanoto mendapatkan keuntungan dari bisnis kliennya yang berkembang secara pesat.

Dengan tambahan modal usaha, Sukanto Tanoto mengalihkan perhatiannya pada bisnis lain yang berbeda pada tahun 1973, pada saat itu Indonesia menjadi pengekspor kayu log ke Jepang dan Taiwan untuk diolah menjadi plywood, sebelum diimpor kembali ke Indonesia dengan harga yang mahal.

Sukanto Tanoto melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk membangun sendiri pabrik pengolahan kayu di Indonesia yang bisa didirikan dan mulai beroperasi pada 1975.

Pada tahun 1997, Sukanto Tanoto memilih menetap di Singapura bersama keluarganya, dan mendirikan kantor pusatnya di sana. Sukanto Tanoto tetap merupakan warga negara dan memegang paspor Indonesia.

Pada tahun 2013 sebagaimana dilansir dari WIkipedia, dia adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,3 miliar dollar. Bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.

RGEI bergerak di berbagai industri di antaranya yang terbesar yakni industri kertas dan pulp Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL dan Asian Agri dan Apical, produsen minyak sawit terbesar di Asia.

Bisnis yang dijalankan Royal Golden Eagle pun tidak terbatas di Indonesia. Mereka telah melebarkan sayapnya hingga ke luar negeri: Singapura, Malaysia, Filipina, Finlandia, Tiongkok, Brasil, hingga Kanada. Hingga kini Royal Golden Eagle telah mampu mempekerjakan sekitar 50 ribu orang karyawan di berbagai negara.

Sukanto juga memiliki Bracell Limited di Brazil. Perusahaan ini merupakan produsen selulosa terbesar di dunia. Selulosa kerap dipakai sebagai bahan dasar berbagai macam produk, dari tisu bayi hingga es krim.

Saat pemerintah gencar mewacanakan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur, nama Sukanto Tanoto juga pernah menjadi sorotan saat pemerintah mewacanakan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Dia disebut memiliki lahan di bawah bendera PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang berada di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi Kabupaten Penajam Paser Utara.

PT IHM merupakan pemasok utama bahan baku kertas yang diproduksi oleh APRIL Group yang juga milik Sukanto Tanoto. Raksasa kertas itu mengelola kawasan yang masuk Hutan Tanaman Industri (HTI).

Dicatat Forbes, kekayaan Sukanto Tanoto mencapai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,07 triliun. Kekayaan terbesarnya salah satunya berasal dari perkebunan sawit di bawah RGEI dan namanya bersanding dengan nama-nama besar seperti Anthony Salim, Martua Sitorus, dan Ciliandra Fangiono. []

Komentar
Share87Tweet54SendShareShare15Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dato Sri Tahir Bantah Soal Kredit Jumbo Bank Mayapada

10 Orang Terkaya Indonesia Versi Forbes 2026

Jakarta  - Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes Billionaires List per Selasa (4/8/2026): 1.Low Tuck Kwong, pendiri...

Putra Sukanto Tanoto Diam-diam Kumpulkan Aset Ritel di Singapura Senilai Rp 2,1 Triliun

Putra Sukanto Tanoto Diam-diam Kumpulkan Aset Ritel di Singapura Senilai Rp 2,1 Triliun

Putra sulung konglomerat Sukanto Tanoto, Andre Tanoto, dikabarkan memborong aset ritel di Singapura. Ia secara senyap mengakuisisi sejumlah properti ritel...

Investor Groundbreaking di IKN September

Catat Konglomerat yang Sudah Investasi di IKN

Sejumlah Grup Konglomerat terdaftar sebagai investor pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara seperti yang diungkapkan dalam debat cawapres oleh...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In