Putra sulung konglomerat Sukanto Tanoto, Andre Tanoto, dikabarkan memborong aset ritel di Singapura. Ia secara senyap mengakuisisi sejumlah properti ritel dalam beberapa bulan terakhir melalui Altallo Asset Management, perusahaan pengelola aset yang baru dibentuk pada 2025.
Nilai transaksi tersebut diperkirakan melampaui S$ 160 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Pada Desember 2025, kendaraan investasi itu disebut telah menyelesaikan pembelian empat unit ritel berformat besar milik Housing & Development Board (HDB) yang berlokasi di Bukit Merah Central serta kawasan dekat stasiun MRT Toa Payoh, Ang Mo Kio, dan Clementi.
Keempat unit ritel tersebut sebelumnya dimiliki Lian Beng Group, yang mengakuisisinya pada 2016 dengan nilai sekitar S$ 151 juta atau setara Rp 1,98 triliun. Total luas strata dari empat unit tersebut mencapai sekitar 104.800 kaki persegi, dengan unit terbesar berada di Bukit Merah Central seluas 30.139 kaki persegi.
Dikutip dari The Business Times, entitas yang terhubung dengan Altallo juga menggelontorkan dana sekitar S$ 90 juta atau setara Rp 1,18 triliun untuk mengakuisisi kluster sembilan properti ritel yang tersebar di sejumlah kawasan HDB. Aset tersebut sebelumnya dibeli grup properti JBE dari unit NTUC Enterprise, Mercatus, pada 2024 dengan nilai sekitar S$ 80 juta.
Sembilan properti tersebut mencakup ruang komersial dan ritel di Bukit Merah Central, Aljunied Avenue 2, Hougang Avenue 3 dan 4, Teck Whye Lane, serta Holland Drive. Termasuk pula sejumlah ruko di Tampines Street 11, Jurong West Street 41, dan Clementi Avenue 2. Total luas strata portofolio ini diperkirakan mencapai 60.000 kaki persegi.
Selain itu, Altallo disebut tengah berada dalam tahap due diligence eksklusif untuk potensi pembelian portofolio terbaru yang berisi 11 aset ritel yang dipasarkan Mercatus pada kuartal IV 2025. Harga indikatif portofolio tersebut berada di kisaran S$ 307 juta atau sekitar Rp 4,03 triliun. Portofolio ini mencakup ruang ritel strata di Coronation Shopping Plaza dan Bukit Timah Plaza, serta sembilan unit toko komersial HDB.
Di pasar, Altallo juga dirumorkan menjadi salah satu calon pembeli pusat perbelanjaan i12 Katong yang terletak di persimpangan East Coast Road dan Joo Chiat Road. Proses due diligence atas mal tersebut disebut masih berlangsung, dengan kisaran nilai transaksi sekitar S$ 370 juta atau setara Rp 4,86 triliun.
Mal i12 Katong memiliki status hak guna usaha selama 99 tahun sejak Agustus 1979, dengan sisa masa sewa sekitar 52,5 tahun. Properti enam lantai tersebut dilengkapi dua lantai parkir bawah tanah dan memiliki luas area sewa bersih sekitar 212.000 kaki persegi. Penyewanya antara lain bioskop, supermarket, restoran, dan pusat kebugaran.
Altallo Asset Management tercatat dimiliki oleh Roger Tan dan Seah Jun Hao, dengan kegiatan utama di bidang manajemen dana. Pelaku industri menilai sumber pendanaan Altallo berasal dari kelompok keluarga dan investor, dengan Andre Tanoto disebut sebagai kontributor terbesar.
Andre Tanoto merupakan anak tertua dari Sukanto Tanoto, pendiri Royal Golden Eagle (RGE), kelompok usaha yang bergerak di sektor pulp dan kertas, kelapa sawit, serta energi terintegrasi. Andre menjadi satu-satunya dari empat anak Sukanto Tanoto yang tidak duduk dalam jajaran manajemen eksekutif RGE.
Di luar aktivitas investasinya, Andre juga menjabat sebagai ketua Antica Foundation, sebuah yayasan yang didirikan pada 2025 dan bergerak di bidang kemanusiaan. Kantor yayasan tersebut berada di lantai yang sama dengan Altallo Asset Management di Shaw House, Orchard Road, Singapura. []























