• Latest
  • Trending

Tanggapi Pompeo, Dubes China untuk Indonesia Sebut AS Provokator

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Tanggapi Pompeo, Dubes China untuk Indonesia Sebut AS Provokator

by REDAKSI
Oktober 31, 2020
in NEWS

ASPEK.ID, JAKARTA – Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian menyebut Amerika Serikat sedang memprovokasi hubungan China dan Indonesia.

Komentar itu disampaikan menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo ke Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2020. 

Duta Besar Xiao Qian menilai Pompeo telah melakukan serangan yang tidak berdasar terhadap China serta telah mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.

BacaJuga

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

“Tiongkok menentang keras hal ini. Tindakan dan pernyataan keliru Pompeo belakangan ini sudah semakin menyingkapkan tujuan buruk Amerika, sekaligus menggarisbawahi adanya problem serius di dalam internal AS sendiri,” katanya dalam pernyataan tertulis yang dipublikasi di situs resmi Kedutaan Besar Cina, Jumat, 30 Oktober 2020.

Ia mengatakan, “AS adalah provokator ‘Perang Dingin Baru’. Adalah merupakan pilihan historis sekaligus pilihan rakyat yang memungkinkan Partai Komunis Tiongkok menjadi pemandu rakyat Tiongkok dalam melangkah pada jalur perkembangan yang sesuai dengan kondisi nasional Tiongkok sendiri.”

Xiao Qian menegaskan, Tiongkok berkomitmen untuk membangun kerja sama bersahabat dengan negara-negara lain atas dasar Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai. Tiongkok juga berkomitmen untuk tidak mengekspor ideologinya ataupun mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

“Namun AS justru meluncurkan apa yang disebut “Perang Dingin Baru”, memprovokasi pertentangan ideologi, dan membangkitkan “revolusi berwarna” di berbagai belahan dunia,” lanjutnya.

Menurut Xiao Qian, Amerika Serikat merupakan faktor paling berbahaya bagi perdamaian di Laut Natuna Utara atau Laut Cina Selatan. China mengklaim telah bekerja sama dengan negara-negara di kawasan untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di sana.   

“Sedangkan Amerika demi kepentingan hegemoni maritimnya, justru tidak pernah meratifikasi Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), tetapi malah bertingkah sebagai pembela UNCLOS,” tuturnya. 

Xiao Qian juga mengatakan demi kepentingan geopolitiknya, AS terus-menerus memprovokasi konflik, memamerkan kekuatan militer, dan menciptakan ketegangan di Laut Natuna Utara.

“Ini adalah pendorong terbesar bagi militerisasi Laut Tiongkok Selatan, dan merupakan faktor paling berbahaya yang bisa menghancurkan perdamaian di Laut Tiongkok Selatan,” kata Xiao Qian. 

Sebelumnya, Pompeo dalam kunjungannya ke Indonesia menyinggung soal sengketa Laut Cina Selatan. Hal tersebut menyusul adanya sejumlah upaya paksa dari Cina untuk mengklaim perairan yang mereka sebut Nine Dash Line tersebut. 

“Sebagai negara yang mematuhi hukum, kami menolak klaim yang dilakukan Cina mengenai Laut Cina Selatan,” ujar Pompeo dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Indonesia, 29 Oktober 2020. 

Pompeo mengatakan sejauh ini Indonesia sudah tepat mengandalkan UNCLOS untuk mempertahankan kedaulatan perairan mereka. Namun, ia menyatakan bahwa Amerika menanti kerjasama lebih lanjut dengan Indonesia untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Laut Cina Selatan.

Berikut pernyataan lengkap Duta Besar China di Indonesia:

Pernyataan Duta Besar Tiongkok Xiao Qian Mengenai Komentar Keliru Menlu AS Mike Pompeo

Komentar
Share24Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

  ASPEK.ID, JAKARTA - Berdasarkan data Bank Dunia dalam International Debt Statistics yang dikutip dari Visual Capitalist , Pakistan menjadi...

Di China, Pemilik TK Dihukum Seumur Hidup  karena Ratusan Murid Keracunan Makanan

Di China, Pemilik TK Dihukum Seumur Hidup  karena Ratusan Murid Keracunan Makanan

    ASPEK.ID, CHINA- Seorang pemilik Taman Kanak-kanak (TK) di China beserta lima stafnya dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti meracuni...

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

Banjir Nepal Tewaskan 157 Orang, Ratusan Turis  Hilang

    ASPEK.ID, NEPAL  - Tim penyelamat masih mencari ratusan orang yang hilang setelah longsoran lumpur dan bebatuan menghantam sungai...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In