ASPEK.ID, JAKARTA – Mutasi mendadak terjadi di tubuh Polres Bima Kota, Nusa Tenggara Barat (NTB). AKBP Didik Putra Kuncoro resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Bima Kota setelah namanya terseret dalam pusaran kasus dugaan skandal narkotika.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai pelaksana harian (Plh) Kapolres Bima Kota untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
“Kapolres (AKBP Didik) sudah dinonaktifkan,” kata Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid, Kamis (12/2).
Meski membenarkan pencopotan tersebut, Kholid tidak merinci alasan teknis penonaktifan. Namun ia memastikan bahwa posisi Kapolres Bima Kota sementara dijalankan oleh AKBP Catur Erwin Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subdirektorat III Reserse Kriminal Umum Polda NTB.
Di sisi lain, AKBP Didik saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.
“Sedang dilakukan pemeriksaan di Mabes (Polri),” ujarnya.
Nama AKBP Didik mencuat setelah terungkapnya kasus narkotika yang lebih dulu menjerat Kasatnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi. Dalam perkara tersebut, AKP Malaungi telah ditetapkan sebagai tersangka.
AKBP Didik diduga menerima aliran dana sebesar Rp 1 miliar dari seorang bandar narkoba bernama Koko Erwin. Dugaan ini muncul dalam proses penyidikan yang dilakukan Polda NTB.
Dalam pengembangan kasus, penyidik menyebut Koko Erwin sebagai pihak yang menjadi sumber perolehan sabu-sabu seberat 488 gram yang dikuasai AKP Malaungi.
Barang bukti tersebut ditemukan saat penggeledahan di rumah dinas AKP Malaungi yang berada di Komplek Asrama Polres Bima Kota.
Polda NTB sebelumnya telah mengambil langkah tegas terhadap AKP Malaungi. Pada Senin (9/2/2026), yang bersangkutan dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Sanksi tersebut dijatuhkan berdasarkan putusan sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat kepolisian di lingkungan satuan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasan narkotika.
Pemeriksaan terhadap AKBP Didik di Mabes Polri kini menjadi kunci untuk mengungkap sejauh mana dugaan keterlibatan dalam perkara tersebut. []























