ASPEK.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan dirinya tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran apabila situasi mengharuskannya. Pernyataan tersebut menandai sinyal eskalasi terbaru di tengah memanasnya konflik antara Washington dan Teheran.
Dalam wawancara dengan New York Post yang dikutip media Timur Tengah, Trump menegaskan bahwa ia tidak pernah berjanji untuk menghindari operasi darat, berbeda dengan sejumlah presiden sebelumnya.
“Saya tidak pernah mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Saya hanya mengatakan mungkin tidak diperlukan. Tapi jika memang diperlukan, itu bisa saja dilakukan,” ujar Trump, Selasa (3/3).
Trump juga menyampaikan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran belum mencapai fase puncak. Ia menyebut serangan besar belum benar-benar diluncurkan.
“Kita bahkan belum mulai menyerang mereka secara maksimal. Gelombang besar itu belum terjadi. Dan itu akan segera datang,” kata Trump.
Di sisi lain, Gedung Putih mengakui belum memiliki kepastian mengenai kepemimpinan terbaru di Iran pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Trump menyatakan pemerintahannya belum mengetahui siapa yang kini memegang kendali penuh di negara tersebut.
“Kita tidak tahu siapa pemimpinnya sekarang. Kita juga tidak tahu siapa yang akan mereka pilih,” ujarnya dalam wawancara terpisah dengan CNN.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa konflik belum menunjukkan tanda mereda. Dengan opsi pengerahan pasukan darat yang kembali dibuka, ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi memasuki fase yang lebih luas dan kompleks dalam waktu dekat. []
























