ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi telah melantik Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Dia menggantikan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK.
Mas Treng, sapaan akrab pria yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertahanan ini sejatinya punya tugas yang sangat berat.
Bukan tanpa alasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sekarang berada di bawah kepemimpinannya, baru saja mengalami pukulan telak dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kejadian yang otomatis juga mencoreng muka Presiden Jokowi itu tentu harus menjadi bahan evaluasi utama yang harus dibenahi oleh Wahyu Trenggono, mulai dari atas hingga ke bawah.
Diketahui, lembaga anti rasuah sebelumnya menangkap Edhy Prabowo pada November lalu karena dugaan menerima suap dalam pengurusan izin ekspor benih lobster.
Selain itu, tiga posisi Eselon I di Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini juga masih kosong. Hal ini juga menjadi tugas berat Wahyu Trenggono.
Tentunya pejabat yang akan diangkat itu nantinya harus tangguh, solid dan mereka harus berasal dari kalangan pejabat yang kredibel dan berkomopeten.
Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas utama dari Presiden Jokwoi untuk membenahi dan mengelola sektor kelautan dan perikanan.
Oleh karena itu, ia akan menggali potensi-potensi yang ada di sektor kelautan dan perikanan agar memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia.
“Begitu melimpah ikan-ikan di lautan dan begitu melimpah juga potensi-potensi di kelautan, baik itu untuk sektor pariwisata, kemudian industri perikanan, dan lain sebagainya, termasuk budidaya, dan tentu tidak melupakan dengan berkesinambungan lingkungan,” ujarnya usai diumumkan menjadi calon Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Joko Widodo di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020) sore.
Sakti Wahyu menilai, tugas tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena besarnya potensi yang ada pada sektor kelautan dan perikanan.
“Amanah ini bukan nama amanat yang mudah. Saya ingin berusaha, bahwa ada sebuah wilayah karunia dari Allah Swt. yang memiliki satu potensi yang sangat besar, yang tentunya itu bisa menjadi kesejahteraan bagi bangsa ini,” ujarnya.
Ditegaskan Sakti Wahyu, dirinya juga akan bekerja keras dalam mengemban amanat tersebut.
“Saya akan belajar dan menggali melakukan evaluasi untuk selanjutnya bisa dilakukan apa yang harus kami lakukan supaya itu bisa menjadi manfaat bagi bangsa,” tegasnya.
Profil Singkat
Sakti Wahyu Trenggono merupakan pebisnis ulung yang lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 3 November 1962 silam.
Dia dikenal sebagai Raja Menara. PT Tower Bersama Infrastruktur yang dibangunnya dikenal sebagai penyedia menara telekomunikasi dengan kepemilikan lebih dari 14.000 menara yang tersebar di seluruh Indonesia.
Lulusan ITB ini juga mendirikan PT Teknologi Riset Global (TRG) Investama pada tahun 2007 dan memiliki gurita bisnis dalam bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media serta e-commerce.
Pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 kemarin, Mas Treng dipercayakan sebagai Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf.
Ia sempat menjadi bendahara Partai Amanat Nasional dari 2009 sampai sekitar tahun 2013. Ia menjadi bendahara tim pemenangan Joko Widodo semenjak Jokowi berkiprah di Solo sebelum akhirnya maju ke Jakarta dan tingkat nasional sebagai presiden. Ia sendiri kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Pertahanan oleh Presiden Joko Widodo.
Tak hanya di menara, beliau juga salah satu pengusaha lokal yang pertama bermain cloud melalui Indonesian Cloud. Pria ini juga salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).





















