ASPEK.ID, JAKARTA – Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menegaskan pemerintah belum membuka opsi vaksin covid-19 secara mandiri (berbayar). Pemerintah masih fokus program vaksinasi gratis. Dante menegaskan masyarakat yang memiliki uang dan berniat divaksin tetap menunggu kloter vaksinasi.
“Pengadaan vaksin dilakukan secara terorganisir oleh pemerintah, sehingga sementara belum dibuka dulu jalur vaksinasi mandiri yang dilakukan oleh swasta,” jelas Dante di RSCM Jakarta disiarkan melalui Kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (14/1/2021).
Kemenkes telah menetapkan empat timeline vaksinasi covid-19 kepada 181,5 juta penduduk di tanah air yang ditargetkan rampung dalam 15 bulan atau pada Maret 2022.
“Jadi semuanya vaksinasi ini diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya oleh apa-apa pada masyarakat,” pungkas Dante.
Sasaran vaksinasi tahap pertama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan. Total orang yang menjadi sasaran pemberian vaksin sebanyak 1,3 juta orang.
Untuk tahap kedua, ada dua sub-kategori yang ditetapkan pemerintah untuk melaksanakan program vaksinasi. 17,4 juta untuk petugas publik, dan 21,5 juta untuk lansia.
Target vaksinasi kelompok ketiga adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi dengan jumlah 63,9 juta. Dan target keempat adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin, dengan target 77,4 juta orang.






















